kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.324.000 1,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Serapan Belanja Modal Jasa Armada (IPCM) Sudah Tembus 83% dari Anggaran Tahun Ini


Kamis, 05 Oktober 2023 / 09:55 WIB
Serapan Belanja Modal Jasa Armada (IPCM) Sudah Tembus 83% dari Anggaran Tahun Ini

Reporter: Sabrina Rhamadanty | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten kapal pandu dan tunda Grup Pelindo, PT Jasa Armada Indonesia Tbk (IPCM) pada tahun 2023 mengalokasikan dana belanja modal (Capex) sekitar Rp 124,5 miliar.

Corporate Secretary IPCM Eddy Haristiani mengatakan sampai dengan akhir Juni 2023, atau sampai dengan semester I-2023 dari total dana capex, 83%-nya sudah terserap. 

“Dengan mayoritas investasi dialokasikan untuk pembangunan kapal dan transformasi di bidang informasi dan teknologi. Pendanaan ini berasal dari kas Perseroan,” ungkap Eddy saat dihubungi Kontan, Rabu (04/10). 

Terkait adanya ekspansi di wilayah operasional, Eddy mengatakan hal itu dilakukan untuk meningkatkan pertumbuhan pendapatan, IPCM memperluas pasar di seluruh wilayah Indonesia serta melakukan usaha yang bersifat un-organik.

Baca Juga: Summarecon (SMRA) Mengejar Target Marketing Sales Rp 5 Triliun di Tahun 2023

“Untuk merealisasikan hal tersebut perseroan berupaya meningkatkan pelayanan (memenuhi keinginan pelanggan/customer) dengan penyediaan armada yang handal (investasi Armada kapal terus berlanjut), kompetensi awak kapal yang baik, kerja sama dengan Terminal Khusus (Tersus) dan Dermaga Untuk Kepentingan Sendiri (DUKS) di beberapa wilayah operasi,” jelasnya.

Selain itu, IPCM juga sedang mempersiapkan investasi dua kapal tunda baru yang sedang dalam proses pengadaan.

Jika mengutip pernyataan Direktur Utama Pelindo Arif Suhartono, target kinerja PT Indonesia Kendaraan Terminal Tbk (IPCC) dan IPCM diprediksi akan tumbuh sekitar 8%–10% tiap tahunnya. 

Terkait ini Eddy mengatakan, target peningkatan kinerja keuangan IPCC berkaca pada pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap tinggi di tengah perlambatan ekonomi global. 

“Dimana data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan pertumbuhan ekonomi Indonesia triwulan II 2023 tercatat sebesar 5,17% (yoy), meningkat dari pertumbuhan pada triwulan sebelumnya sebesar 5,04% (yoy),” ungkapnya.

Di 2023 strategi dan proses transformasi IPCM tambahnya akan dilanjutkan dengan menyesuaikan strategi dan rencana induk perusahaan yang bergerak dalam jasa kepelabuhanan dalam bidang marine dengan melaksanakan ekspansi bisnis, pengembangan bisnis usaha baik secara organik maupun anorganik. 

“IPCM terus melakukan penguatan armada tunda dan pandu guna meningkatkan pelayanan operasional dengan fokus kepada kepuasan pelanggan, memastikan kesiapan Armada, keselamatan kerja, serta transformasi yang berkelanjutan. Selain itu IPCM juga mengembangkan kompetensi pegawai dan penerapan budaya perusahaan dalam mencapai tujuan,” ungkapnya.

Baca Juga: Laris Manis, AKR Corporindo (AKRA) Menjual 29,6 Ha Lahan JIIPE Hingga Kuartal III

Kemudian, memasuki kuartal III-2023 IPCM memandang sinergi menjadi hal yang penting dalam perkembangan bisnis.

“IPCM bukan pemain tunggal dalam bisnis ini, perusahaan yang telah mengantongi izin BUP (Badan Usaha Pelabuhan) dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia dapat melakukan kegiatan bisnis yang sama,” kata Eddy. 

Ia menekankan IPCM tidak bersaing, melainkan lebih bersinergi dengan berbagai pemilik TUKS, Tersus, dan stakeholder pelabuhan yang memiliki kebutuhan yang sama termasuk para-BUP, yaitu jasa pemanduan dan penundaan kapal. 

“Efisiensi juga terus dilakukan IPCM dengan perawatan kapal secara berkala dan utilisasi yang ditingkatkan,” tutupnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×