Semester II-2021, BSI optimistis pertumbuhan pembiayaan dan DPK masih positif

Rabu, 04 Agustus 2021 | 07:55 WIB   Reporter: Amanda Christabel
Semester II-2021, BSI optimistis pertumbuhan pembiayaan dan DPK masih positif

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penerapan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang tengah berlaku hingga hari ini berimbas pada seluruh sektor, termasuk bisnis perbankan. Meski demikian, Bank Syariah Indonesia optimistis dan tidak merevisi rencana bisnis bank (RBB) tahun ini.

PT Bank Syariah Indonesia Tbk optimistis pertumbuhan pembiayaan dan dana pihak ketiga (DPK) pada semester dua 2021 masih akan melanjutkan tren positif sebagaimana yang terjadi pada semester sebelumnya.

Direktur Utama BSI, Hery Gunardi bilang bahwa sampai semester satu 2021, BSI telah menyalurkan pembiayaan hingga sebesar Rp 161,5 triliun. “Jumlah tersebut naik sekitar 11,73% dari periode yang sama pada 2020, yakni sebesar Rp 144,5 triliun,” ujar Hery kepada KONTAN, Senin (2/8) malam.

Baca Juga: Perbankan syariah optimis akan terus tumbuh positif hingga akhir tahun 2021

Hery menjelaskan, porsi terbesar dari angka tersebut disumbang dari segmen konsumer yang mencapai angka sebesar Rp 75 triliun, atau setara dengan 46,5% dari total pembiayaan. “Untuk mencapai target bisnis, dalam menyalurkan pembiayaan BSI fokus pada segmen konsumer yang berbasis payroll, melayani segmen wholesale dan mengembangkan UMKM,” tambahnya.

Strategi yang dilakukan BSI dalam mengerek minat masyarakat menyalurkan pembiayaan antara lain dari sisi margin pembiayaan yang kompetitif dan bersaing. Selain itu, Hery juga memaparkan terdapat beberapa pilihan margin yang diberikan dalam pembiayaan di BSI.

 

 

“Di antaranya angsuran bertingkat atau step up, maupun tetap atau single price di mana angsuran pembiayaan tetap selama masa pembiayaan. Dengan adanya pilihan ini, diharapkan nasabah dapat menyesuaikan besaran angsuran dengan cashflow keuangannya, sehingga merasa nyaman dan tidak memberatkan,” tutup Hery.

Selanjutnya: Optimistis target laba tercapai, Bank Syariah Indonesia tak merevisi RBB tahun ini

 

Editor: Handoyo .
Terbaru