Ekonomi

Semester I 2021, Sucofindo baru raup 41% dari target pendapatan tahun ini

Rabu, 21 Juli 2021 | 07:20 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Semester I 2021, Sucofindo baru raup 41% dari target pendapatan tahun ini

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Superintending Company of Indonesia (Persero) alias Sucofindo membukukan pendapatan sebesar Rp 1,14 triliun pada semester pertama 2021. Raihan itu baru 41% dari target pendapatan yang ingin dicapai Sucofindo pada tahun ini, yang senilai Rp 2,8 triliun.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu, pendapatan Sucofindo pada enam bulan pertama menyusut 6,55%. Pada semester pertama 2020, Sucofindo mengempit pendapatan senilai Rp 1,22 triliun.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Sucofindo Budi Hartanto menyampaikan, pendapatan pada periode paruh pertama 2021 masih didominasi jasa dari sektor komoditas berbasis sumber daya alam. Terutama pertambangan mineral dan batubara (minerba) serta minyak dan gas bumi (migas).

Baca Juga: Kementerian BUMN tunjuk Mas Wigrantoro pimpin PT Sucofindo, ini susunan direksi baru

Seiring pandemi covid-19 yang belum berakhir, pendapatan Sucofindo pada semester kedua masih akan didominasi oleh jasa yang berasal dari minerba dan migas.

"Sektor yang masih dominan diperkirakan sama denga semester pertama. Karena sektor tersebut termasuk esensial, maka kegiatan masih berjalan baik, dengan tetap menaati protokol kesehatan," kata Budi saat dihubungi Kontan.co.id akhir pekan lalu.

Pandemi covid-19 yang masih belum terkendali diperkirakan turut berdampak terhadap sektor jasa Testing, Inspection and Certification (TIC). Apalagi pengetatan mobilitas lewat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) darurat dikabarkan bakal diperpanjang.

Meski begitu, Budi menegaskan, Sucofindo belum melakukan revisi pada target kinerja untuk tahun 2021. Namun, Sucofindo tengah melakukan uji ketahanan atas kondisi yang berisiko (stress test) untuk memproyeksikan kinerja yang bisa dicapai pada semester kedua. 

"Kami sedang melakukan stress test atas kondisi lingkungan bisnis yang saat ini sedang berlangsung pada PPKM. Stress test untuk mencari keseimbangan baru antara mendorong kinerja perusahaan agar tumbuh, dan menjaga petugas tetap sehat dan selamat," terang Budi.

Editor: Yudho Winarto
Tag
Terbaru