Sejumlah BPD Berupaya untuk Meningkatkan Pangsa Pasar

Rabu, 21 September 2022 | 08:15 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Sejumlah BPD Berupaya untuk Meningkatkan Pangsa Pasar


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah Bank Pembangunan Daerah (BPD) terus berupaya meningkatkan pangsa pasar baik dari sisi aset, kredit dan Dana Pihak Ketiga (DPK), untuk bisa menjadi tuan rumah di wilayahnya masing-masing. Peningkatan pangsa pasar dilakukan dengan mendorong ekspansi kredit dan meningkatkan layanan pada nasabah. 

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat Tbk (Bank BJB) saat ini telah memiliki pangsa pasar sekitar 10%-12% di Jawa Barat. Angka ini tergolong besar mengingat begitu banyak bank-bank yang beroperasi di kawasan ini, terutama bank besar.

Rinciannya, pangsa pasar dari sisi aset dan DPK secara konsolidasi 10,6%, sedangkan kredit 11,6%. Yuddy Renaldy Direktur Utama  BJB, mengatakan kunci peningkatan pangsa pasar adalah mendorong pertumbuhan di saat tekanan pada sektor perbankan cukup besar. "Hingga Juni 2022, Bank BJB tercatat mampu tumbuh di atas rata-rata industri," katanya pada Kontan.co.id, Senin (19/9).

Aset bank ini tumbuh 14.6% per Juni 2022 di saat industri berdasarkan data terakhir tumbuh 9,8%. Sementara DPK perseroan tumbuh 14,1% di saat industri hanya naik 9,9% dan kredit perseroan tumbuh 12,9% ketika industri tumbuh 9%. 

Baca Juga: Meski Bankir Belum Naikan Bunga, Debitur KPR Sebaiknya Mulai Bersiap

Dengan menjaga momentum pertumbuhan yang tetap berada di atas rata-rata dan juga berkualitas, Bank BJB optimis target sampai dengan akhir tahun dapat tercapai sesuai rencana bisnis.

Yuddy bilang, itu secara tidak langsung juga akan mendorong peningkatan market share Bank BJB secara gradual. Tahun ini, Bank BJB  akan mengejar pertumbuhan DPK dan kredit tumbuh masing-masing di kisaran 9%-10%.

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) atau Bank Jatim juga  terus meningkatkan pangsa pasarnya di kawasan Jawa Timur. Dalam lima tahun terakhir, pangsa pasar kredit, Dana Pihak Ketiga (DPK), dan aset bank ini terus meningkat.

Dari sisi aset, pangsa pasar Bank Jatim di wilayah asalnya itu sudah mencapai 12,9% pada Juni 2022. Pada tahun 2018, pangsa pasarnya baru 9,1%, lalu pada tahun 2019 meningkat jadi 10,6%, kemudian naik jadi 11% pada 2020 dan 12,3% pada 2021. Pangsa pasar DPK naik dari 9,4% pada 2018,  lalu 10,4% pada 2019, qp,8% pada 2020, 12,2% pada 2021, dan per Juni 2022 sudah 13,8%,” 

Sementara untuk kredit, pangsa pasar Bank Jatim pada semester I tahun ini sedikit turun menjadi 8,6% dari 8,7% pada akhir tahun lalu. Tetapi sejak 2018, pangsa pasar kredit perseroan masih mengalami peningkatan dimana sat itu baru 7,1%. Lalu naik jadi 7,8% pada 2019 dan 8,7% pada 2020.

Tahun ini, Bank Jatim tidak terlalu gencar menargetkan pertumbuhan kredit karena perseroan ingin fokus terlebih dahulu pada pada perbaikan rasio keuangan. 

Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman, mengatakan perseroan hanya menargetkan aset tumbuh 2%-3% atau menjadi sekitar Rp 101 triliun. Adapun kredit ditargetkan tumbuh 2%-3% dan DPK naik 4%-5%. 

Walaupun tidak terlalu agresif, perseroan ingin mendorong agar kredit segmen Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus meningkat. Walaupun rasionya sudah terus meningkat dari tahun ke tahun, porsi kredit UMKM bank ini per Agustus 2022 baru mencapai 12,28% dari 11,13% dari Agustus 2021.

Baca Juga: Jarang Dilirik, Bank Raya Sebut NPL Kredit ke Pekerja Informal Hanya 0,05%

Busrul bilang, potensi menumbuhkan kredit UMKM masih sangat besar karena jumlah UMKM di Jawa Timur masih sangat besar, yakni mencapai 9 jutaan. Sementara portofolio kredit UMKM perseroan masih kecil.

"Jumlah UMKM yang belum digarap di Jawa Timur masih besar sekali. Selain kami juga itu, mendapatkan dukungan dari pemerintah untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung pembiayaan terhadap UMKM," kata Busrul. 

PT Bank Pembangunan Daerah Sumsel dan Babel (BSB) juga mencatat peningkatan pangsa pasarnya di wilayah Sumatera Selatan dan Bangka Belitung. Per Juni 2022, pangsa pasar Bank BSB di Sumatera Selatan secara konsolidasi dari sisi kredit mencapai 11,29%, DPK 19,71% dan aset 25,71%. Sedangkan pangsa pasar di Bangka Belitung untuk kredit mencapai 16,42%, DPK 21,94% dan aset 19,35%. 

Antonius Prabowo Argo Direktur Bank Sumsel Babel mengatakan, kenaikan ini didukung oleh peranan pelayanan  atau service to customers dalam memenangkan persaingan, baik untuk merebut pasar maupun mempertahankan pasar yang ada.  Optimalisasi pelayanan semua pegawai Bank Sumsel Babel juga didukung penerapan Bank Sumsel Babel Cepat dan Ramah (CERAH).

"Tahun 2022 ini, Bank Sumsel Babel berupaya untuk tetap meningkatkan layanan dan mempertahankan penilaian terbaik antara lain dengan menerapkan Program Layanan Cerah dengan lebih baik serta meningkatkan produk dan fitur layanan Bank," kata Antonius. 

Dia mengakui, peningkatan pangsa pasar bukan merupakan hal yang mudah mengingat banyak bank yang beroperasi di Sumsel dan Babel, terutama bank-bank besar.  Namun, perseroan telah melakukan penyesuaian dengan model bisnis yang lebih agile dengan meningkatkan penetrasi pasar melalui perluasan jaringan dengan optimalisasi agen dan produk laku pandai “BSBLur” untuk menjangkau potensi pasar yang selama ini belum tersentuh.

Selain itu, lanjut Antonius, Bank Sumsel Babel juga terus mengoptimalkan layanan digital untuk memudahkan penghimpunan DPK. Tahun ini, perseroan menargetkan penghimpunan DPK sebesar DPK tumbuh 5,03% secara tahunan menjadi Rp 26,27 triliun dan portofolio kredit tumbuh 10,12% menjadi Rp 20,83 triliun.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru