kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.565.000   8.000   0,31%
  • USD/IDR 18.145   52,00   0,29%
  • IDX 4.947   -83,67   -1,66%
  • KOMPAS100 637   -11,16   -1,72%
  • LQ45 507   -6,68   -1,30%
  • ISSI 162   -3,54   -2,13%
  • IDX30 286   -3,38   -1,17%
  • IDXHIDIV20 385   -3,52   -0,91%
  • IDX80 74   -1,19   -1,59%
  • IDXV30 107   -1,15   -1,07%
  • IDXQ30 96   -1,02   -1,05%

Sejak pandemi, permintaan alat kesehatan dan produk farmasi melonjak


Kamis, 01 Juli 2021 / 03:15 WIB

Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Peningkatan kasus Covid-19 di tanah air sejak beberapa pekan ke belakang, turut berdampak terhadap lonjakan permintaan pada alat kesehatan dan juga produk farmasi yang berhubungan dengan Covid-19. Sejumlah perusahaan farmasi pun meng-iyakan kondisi tersebut.

Seperti misalnya, PT Hexpharm Jaya Laboratories yang mengatakan bahwa permintaan produk farmasi yang berhubungan dengan Covid-19 telah mengalami peningkatan yang cukup signifikan, terutama pada bulan Mei hingga Juni atau ketika lonjakan kasus Covid-19 terjadi di berbagai wilayah Indonesia. 

"Permintaannya naik signifikan sejak dimulainya pandemi Covid-19, terutama bulan Mei dan Juni ini lebih tinggi lagi," ungkap Presiden Direktur PT Hexpharm Jaya Laboratories, Mulia Lie kepada Kontan.co.id, Rabu (30/6). 

Baca Juga: Hadang virus Covid-19 dengan rutin konsumsi vitamin, makan teratur, dan berolahraga

Mulia tidak merenci berapa tepatnya angka peningkatan permintaan yang terjadi. Namun, dia bilang, dari sekian banyak produk yang disediakan oleh Hexpharm, produk multivitamin, antibiotik, dan juga antivirus diklaim memiliki demand yang paling tinggi. "Produk multivitamin kayak Hevit-C, antibiotics (Azitromycin), dan antivirus juga," bebernya. 

Meskipun terjadi lonjakan permintaan sejak beberapa pekan ke belakang, Mulia mengaku pihaknya masih bisa memenuhi seluruh permintaan pasar. Walaupun memang, ada beberapa produk yang supply-nya agak tersendat karena demand yang lebih tinggi daripada supply. "Namun pabrik bisa melakukan adjustment untuk memenuhinya," kata Mulia. 

Adapun, guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan produk Hexpharm di-pasaran, perusahaan ini pun menjalankan sejumlah langkah strategis. Di antaranya dengan menaikkan kapasitas produksi serta meningkatkan penjualan di setiap channel baik itu secara online maupun offline, sehingga para konsumen tetap bisa mendapatkan produk-produk Hexpharm. 

"Kita tetap akan melihat dan mengantisipasi kenaikan permintaan produk-produk tersebut, dan berusaha untuk memenuhinya agar konsumen dapat mengonsumsi dan makin sehat," pungkasnya. 

Selanjutnya: Permintaan multivitamin melonjak di sejumlah perusahaan farmasi akibat pandemi corona

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×