Segera Dipilih, Ini Sederet Pekerjaan Rumah Calon Pimpinan OJK

Kamis, 10 Maret 2022 | 07:25 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Segera Dipilih, Ini Sederet Pekerjaan Rumah Calon Pimpinan OJK


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemilihan pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk periode 2022-2027 tinggal selangkah lagi. Nantinya, jajaran Dewan Komisioner OJK akan diisi oleh wajah baru setelah dipilih Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Meski mendapati jabatan yang menjanjikan, pekerjaan rumah (PR) sudah menanti untuk segera diselesaikan.

Mulai dari sektor perbankan, keuangan non bank, hingga pasar modal membutuhkan bauran kebijakan yang dinanti oleh industri. Senior Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia (LPPI) Amin Nurdin menilai aturan di IKNB masih belum serigid perbankan utamanya industri fintech.

“Banyak fintech ilegal bermunculan dan membuat resah masyarakat. Sehingga juga penting edukasi dan perlindungan bagi nasabah. Begitupun tren digitalisasi di sektor perbankan masih memiliki tantangan dari aspek infrastruktur IT hingga sumber daya manusia,” ujarnya kepada Kontan.co.id.

Wakil Ketua Asosiasi Asuransi Umum Indonesia (AAUI) Bidang Information and Applied Technology, Dody Dalimunthe menyatakan pelaku jasa asuransi sangat berharap besar kepada komisioner OJK ke depan, agar pengaturan dan pengawasan dapat dilakukan efektif agar industri asuransi menjadi sehat serta memberikan kontribusi bagi perekonomian negara.

Baca Juga: Sejumlah Calon Pimpinan OJK Fokus pada Perbaikan di Sektor Keuangan

Untuk itu sistem pengaturan dan pengawasan harus terintegrasi dengan sektor lain dalam mendongkrak literasi dan perlindungan konsumen. Harus adaptif pada perubahan dinamika industri yang sangat cepat.

“Mendukung  perhatian ke insurtech dan ekonomi digital. Juga mendukung dan menjadi pelopor isu-isu global seperti keuangan berkelanjutan dan green economy," tambahnya.  

Ia menyatakan pekerjaan rumah (PR) bagi komisioner OJK menghadapi tantangan dengan merilis kebijakan secara cepat untuk memitigasi pandemi covid-19 terhadap pemulihan ekonomi. Khusus untuk industri asuransi tentunya bagaimana meningkatkan kembali kepercayaan publik sebagai dampak dari munculnya permasalahan-permasalahan industri yang mempengaruhi persepsi dan tingkat kepercayaan masyarakat.

Di tengah banyaknya kisruh terkait produk unitlink, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) membutuhkan aturan baru terkait produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI). Ketua AAJI Budi Tampubolon mengungkapkan juga masih menantikan aturan baru tersebut.

Sebab, industri telah memberikan masukan kepada regulator dalam mengodok kebijakan ini. Budi bilang bahwa kepentingan pemegang polis fokus utama terkait pembenahan tersebut. Ia memastikan aturan baru juga tidak akan menyampingkan kepentingan perusahaan dan regulator.

Baca Juga: BPKN Berharap Calon Komisioner OJK Bebas Pengaruh Konglomerasi

Kepala Riset Praus Capital Marolop Alfred Nainggolan berharap pimpinan baru OJK memiliki perhatian terhadap pengembangan pasar dan inovasi di pasar modal. Juga perlindungan kepada investor.

Terkait pengembangan pasar dan inovasi, sepengamatannya jumlah emiten, investor, dan nilai transaksi memang sudah mengalami peningkatan signifikan saat ini. Akan tetapi, apabila dilihat dari potensi yang ada, rasionya masih terlalu jauh.

Untuk pengembangan terhadap produk, Alfred melihat hal ini tidak terlepas dari literasi keuangan yang masih harus terus ditingkatkan. Mengenai inovasi, dia juga menekankan soal peraturan-peraturan yang bisa menjembatani perkembangan yang terjadi di pasar. Misalnya saja, perkembangan digitalisasi di pasar.

Terkait perlindungan investor, Alfred melihat hal ini semakin penting mengingat jumlah investor yang meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru