CLOSE [X]

Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Berencana Menambah Satu Pabrik

Selasa, 24 Mei 2022 | 07:15 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Sawit Sumbermas Sarana (SSMS) Berencana Menambah Satu Pabrik


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) sedang mengkaji rencana penambahan kapasitas produksi dengan membangun pabrik baru. Namun, rencana ekspansi ini belum akan direalisasikan pada tahun ini. 

Direktur Utama Sawit Sumbermas Sarana, Nasarudin Bin Nasir Nasar mengatakan saat ini kapasitas pabrik kelapa sawit SSMS sebesar 540 metrik ton (MT) per jam. “Kami proyeksikan akan menambah satu pabrik, jika seandainya kapasitas saat ini belum cukup. Rencananya belum tahun ini,” jelasnya dalam paparan publik, Senin (23/5). 

Sebagai informasi, kegiatan usaha SSMS didukung oleh 9 anak perusahaan dengan mengelola 8 pabrik kelapa sawit dengan total kapasitas 540 MT per jam dan 1 pabrik  biogas. Adapun pihaknya mengoperasikan 23 perkebunan kelapa sawit inti dan plasma yang mencakup 81.168 hektar area tertanam. 

Baca Juga: Hadapi Sejumlah Tantangan, SSMS Optimis Produksi Sawit Inti Tumbuh 6% Tahun Ini

SSMS memiliki 115.649 Ha lahan utama yang dikelola, dengan sebagian besar wilayah memiliki karakteristik tanah mineral, medan datar, serta izin tanah / hak atas tanah, dan berlokasi strategis dengan infrastruktur pendukung yang memadai.

Sawit Sumbermas Sarana menjalankan pusat operasinya di Kalimantan Tengah. Semua asetnya terkonsentrasi dalam radius 60 km. Perkebunannya berada di sepanjang Jalan Raya Trans-Borneo, berlokasi dekat dengan Pelabuhan Kumai dan Pelabuhan Udara Iskandar di Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah.

Di sepanjang tahun lalu, Nasarudin menjelaskan SSMS mampu memproduksi 444.720 metrik ton CPO atau tercatat sedikit menurun sebesar 0,77% dibandingkan produksi tahun 2020 sebanyak 448.185 metrik ton. Produksi 2021  di bawah target produksi yang dicanangkan sebesar 527.425 metrik ton. 

Penurunan produksi di sepanjang 2021 terutama karena SSMS melakukan pembelian tandan buah segar dari luar yang cukup banyak, serta curah hujan yang tinggi, sehingga berpengaruh terhadap proses pemupukan tanaman yang menganggu produktivitas.  

CFO SSMS Jap Hartono menjelaskan di tahun lalu SSMS mencatatkan peningkatan penjualan CPO hingga 20,20% atau sebesar Rp 4,40 triliun dibanding tahun 2020 yang sebesar Rp 3,66 triliun. Pihaknya mencatat penjualan inti sawit (PK) juga meningkat 90,68% atau sebesar Rp 240,88 miliar dibandingkan penjualan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 126,32 miliar. 

“Yang juga membanggakan meningkatnya penjualan minyak inti kelapa sawit (PKO) sebesar 90.68% atau senilai Rp414 miliar jika dibandingkan tahun 2020 yang senilai Rp257 miliar,” jelasnya. 

Hartono menegaskan, SSMS berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan sebagai salah satu upaya membuka pangsa pasar yang lebih luas. Kualitas produk yang lebih baik tentunya akan meningkatkan daya saing SSMS terutama di pasar ekspor yang sangat kompetitif. Selain itu, dalam hal strategi bisnisnya SSMS akan mengoptimalkan lahan yang sudah ada serta lebih memilih mengakuisisi perkebunan atau Perusahaan daripada membuka lahan baru. 

Aspek Keberlanjutan

Dalam hal keberlanjutan bisnis, pada tahun 2021, SSMS memperoleh tambahan sertifikasi ISPO dan RSPO pada unit usaha yaitu PT Sawit Multi Utama (SMU) dan PT Tanjung Sawit Abadi (TSA).

SSMS juga berhasil membantu lebih dari 1.000 Ha lahan yang dikelola oleh petani kecil untuk memperoleh sertifikasi RSPO/ISPO. Selain itu, SSMS kembali menerima penghargaan Proper Biru untuk yang ke-4 kali dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yaitu PT Sawit Sumbermas Sarana, PT Kalimantan Sawit Abadi, dan PT Mitra Mendawai Sejati. 

Nasarudin menambahkan, SSMS telah menerapkan prosedur bisnis yang memprioritaskan prinsip-prinsip keberlanjutan, antara lain dengan mengurangi penggunaan bahan-bahan kimia yang berbahaya bagi kesuburan tanah dan meraih sertifikat ISPO dan RSPO guna memastikan pengelolaan perkebunan SSMS sesuai standar yang berlaku. Guna mendukung kebijakan Pemerintah Indonesia dalam rangka memperkuat standar minyak sawit berkelanjutan Indonesia di pasar dunia melalui implementasi sertifikasi ISPO. 

 

 

“SSMS dipastikan akan menambahkan perolehan sertifikat ISPO di semester I tahun 2022 melalui dua entitas anaknya, yakni PT Menteng Kencana Mas (MKM) dan PT Mirza Pratama Putra (MPP),” tambahnya. 

Selain itu, pada tahun ini PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk (SSMS) telah melakukan kerjasama dengan Deloitte &Touche Financial Advisory Services Pte Ltd (DTFAS) untuk meninjau kinerja keberlanjutan dan ketertelusuran kepada seluruh pemasok (traceability). Hal itu untuk meningkatkan standar operasional dan keberlanjutan, serta dapat memantau ketelusuran seluruh proses operasional dari hulu hingga ke hilir hingga ke konsumen. 

“Perseroan dapat memitigasi risiko untuk memastikan jaminan keamanan produk kepada seluruh konsumen, serta meningkatkan mutu dan menjamin kualitas produknya,” tandasnya. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru