Satria Antaran (SAPX) anggarkan capex Rp 50 miliar, bakal dipakai apa?

Rabu, 24 Februari 2021 | 05:45 WIB   Reporter: Venny Suryanto
Satria Antaran (SAPX) anggarkan capex Rp 50 miliar, bakal dipakai apa?

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten yang bergerak di bidang logistik dan pengantaran PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) membidik pertumbuhan pendapatan tahun ini dapat tumbuh sekitar 15%-20%. SAPX juga berencana melebarkan sayapnya terutama di Pulau Jawa, Bali dan Sumatra dengan menambah kantor cabang. 

Selain itu, SAP Express juga menargetkan dapat mencatatkan volume pengiriman sekitar 3,5 juta-4 juta kiriman paket per bulan. Sementara realisasi rata-rata kiriman paket per bulan sepanjang tahun 2020 berkisar antara 2,5 juta-3 juta.

Direktur Utama SAPX Budiyanto Darmastono mengatakan rencana bisnis di tahun ini tetap berfokus pada layanan last mile dengan pengembangan derivative dari bisnis ini seperti layanan warehouse/fulfilment, bulky shipment dan retail bisnis. 

Baca Juga: Akuisisi saham sejumlah perusahaan nikel memoles prospek Harum Energy (HRUM)

“Selain itu Perseroan juga membidik segmen marketplace karena segmen ini cukup menjanjikan dari sisi volume yang diharapkan dapat me-leverage pertumbuhan pendapatan,” kata Budiyanto kepada Kontan.co.id, Selasa (23/2). 

Ia juga melihat bahwa prospek usaha kurir di tahun 2021 akan tetap baik. Hal ini didorong oleh beberapa faktor terutama semakin berkembangnya usaha online di Indonesia di mana semakin banyak orang yang menekuni bisnis online. 

Pasalnya, bisnis online yang semakin berkembang di Indonesia pasti memerlukan jasa kurir untuk mengirim barang kepada konsumennya. Dengan rencana bisnis tersebut, SAPX optimistis pertumbuhan tahun ini dapat meningkat hingga 15% sampai 20%. 

Budiyanto juga mengatakan, tahun ini SAP Express menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp 50 miliar-Rp 60 miliar. Ia bilang modal tersebut berasal dari kas internal, tetapi SAP Express tetap membuka opsi sumber dana lainnya.

Baca Juga: Analis: Holding panas bumi BUMN dinilai potensial masuk bursa saham

Rencananya, dana tersebut akan digunakan untuk memperluas cakupan bisnisnya dengan membuka berapa kantor cabang, terutama di pulau Jawa, Bali, dan Sumatera, serta daerah-daerah lain yang potensial.

"Kami juga akan menambah unit kendaraan dan jumlah kurir demi mendukung kegiatan operasional. Terkait berapa jumlahnya, kami akan disesuaikan dengan kebutuhan nantinya," ungkap Budiyanto.

Ia juga bilang, pembukaan kantor di Pulau Jawa ditargetkan akan memiliki cabang atau subcabang di setiap Kabupaten. “Ini karena volume kiriman memang paling banyak ada di Jawa, untuk daerah-daerah lain akan mengikuti secara bertahap sesuai perkembangan industri dan usaha perseroan,” tutupnya. 

Selanjutnya: Begini tanggapan XL Axiata (EXCL) terkait terbitnya PP nomor 46 tahun 2021

 

Editor: Tendi Mahadi


Terbaru