Sariguna Primatirta (CLEO) catatkan kinerja positif di kuartal III-2021

Senin, 06 Desember 2021 | 08:30 WIB   Reporter: Vina Elvira
Sariguna Primatirta (CLEO) catatkan kinerja positif di kuartal III-2021

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) PT Sariguna Primatirta (CLEO) berhasil mencatatkan kinerja yang positif pada periode Januari-September 2021. Pencapaian ini didorong oleh sejumlah strategi yang telah dijalankan oleh perusahaan di sepanjang tahun ini. 

Sebagai gambaran, hingga September 2021, emiten berkode saham CLEO di BEI ini mencetak penjualan bersih sebesar Rp 802,94 miliar. Jumlah ini  meningkat 11,55% dari penjualan bersih per September 2020 senilai Rp 719,79 miliar. 

Vice President Director Sariguna Primatirta Melisa Patricia menyatakan, pertumbuhan penjualan CLEO merupakan hasil dari sejumlah ekspansi jaringan pabrik dan juga distribusi yang dilakukan perusahaan melalui perusahaan afiliasi, PT Sentralsari Primasentosa. Strategi ini berhasil mendorong penjualan CLEO hingga periode kuartal ketiga tahun 2021.  

Sedangkan dari sisi bottom line, CLEO tercatat membukukan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk senilai Rp 136,59 miliar, tumbuh dari sebelumnya Rp 94,28 miliar pada periode yang sama di tahun 2020.

Baca Juga: Sariguna Primatirta (CLEO) optimistis catatkan kinerja positif di sisa tahun ini

"Sedangkan dari sisi pertumbuhan laba dikontribusi pertumbuhan laba kotor akibat kenaikan penjualan dan penurunan beban penjualan dan beban pemasaran serta beban bunga pinjaman," ujar Melisa saat dihubungi Kontan.co.id, Kamis (2/12) lalu. 

Berdasarkan data perusahaan, sampai dengan 30 September 2021 jumlah depo di bawah PT Sentralsari Prima Sentosa tercatat sebanyak 179 depo. Dan perusahaan menargetkan jumlah depo secara keseluruhan akan mencapai angka 200 pada akhir tahun ini. 

Mengutip catatan Kontan.co.id, (CLEO) juga tengah menjalankan ekspansi perluasan pabrik-pabrik yang berada di beberapa wilayah di Indonesia, seperti pabrik Citeureup, dan Bojonegoro, lalu akan dilanjutkan perluasan pabrik Banjarmasin, Kendari, dan Medan. Manajemen perseroan berujar, total luas tambahan bangunan pabrik tercatat seluas 12.144 meter persegi (m²). 

 

 

Sebagai informasi, penjualan bersih CLEO di kuartal III-2021, meliputi penjualan pihak berelasi sebesar Rp 659,18 miliar dan penjualan pihak ketiga senilai Rp 143,75 miliar.

Penjualan pihak berelasi tercatat mengalami peningkatan sebesar 18,08%, dari realisasi penjualan sebelumnya Rp 558,22 miliar pada kuartal III-2020. Sedangkan penjualan pihak ketiga, terpantau menurun Rp 17,81 miliar dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Selanjutnya: IHSG masih konsolidasi, berikut rekomendasi saham Samuel Sekuritas untuk Senin (6/12)

Editor: Handoyo .
Terbaru