Global

Saran IMF pasca setujui pengaturan pembiayaan baru US$ 2,34 miliar untuk Kenya

Sabtu, 03 April 2021 | 16:30 WIB Sumber: Reuters
Saran IMF pasca setujui pengaturan pembiayaan baru US$ 2,34 miliar untuk Kenya

KONTAN.CO.ID -   WASHINGTON. Dana Moneter Internasional (IMF)  telah menyetujui pengaturan pembiayaan tiga tahun baru untuk Kenya senilai US$ 2,34 miliar atau setara Rp 33,93 triliun (kurs Rp 14.500) untuk membantu negara Afrika itu terus menangani pandemi COVID-19 di negaranya dan mengatasi kerentanan utangnya.

Persetujuan pinjaman baru di bawah fasilitas kredit yang diperpanjang dan fasilitas dana yang diperpanjang akan memungkinkan pencairan langsung sekitar US$ 307,5 ​​juta yang dapat digunakan Kenya untuk dukungan anggaran, menambah US$ 739 juta yang diterima dalam bantuan darurat COVID-19 pada Mei 2020, kata IMF. dalam sebuah pernyataan.

Mengutip Reuters, Sabtu (3/4), IMF mengatakan, utang Kenya tetap berkelanjutan, tetapi berisiko tinggi mengalami kesulitan utang, dan pihak berwenang harus memfokuskan agenda jangka pendek mereka pada tantangan kebijakan struktural yang mendesak.

Baca Juga: Bos IMF pastikan Olimpiade Tokyo tidak akan merugikan ekonomi Jepang

Selama hampir dua tahun, Kenya telah meninggalkan utang komersial yang mahal untuk mengurangi pembayaran yang membengkak, sementara pendapatan negara tersebut tertekan pandemi.

IMF juga menghadapi defisit anggaran yang sangat besar yang telah diperdalam oleh krisis virus korona.

"Program yang didukung oleh pengaturan EFF / ECF dengan IMF memberikan sinyal yang kuat dari dukungan dan kepercayaan," kata Wakil Direktur Pelaksana IMF Antoinette Sayeh dalam sebuah pernyataan. “Otoritas Kenya telah menunjukkan komitmen yang kuat terhadap reformasi fiskal selama guncangan global yang belum pernah terjadi sebelumnya ini, dan prospek jangka menengah Kenya tetap positif.”

Kenya terpukul keras pada permulaan pandemi COVID-19, tetapi ekonominya telah meningkat setelah kemungkinan membukukan sedikit kontraksi 0,1% pada 2020, kata IMF.

Selanjutnya: IMF akan revisi target pertumbuhan ekonomi global tahun ini

 

Editor: Noverius Laoli
Terbaru