Sangat Menular, Orang dengan Omicron Bisa Menyebarkan Virus Hingga 10 Hari

Jumat, 21 Januari 2022 | 04:21 WIB Sumber: Kompas.com
Sangat Menular, Orang dengan Omicron Bisa Menyebarkan Virus Hingga 10 Hari

ILUSTRASI. Omicron menyebar cepat dan terus meluas. Tak heran jika virus varian baru initelah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. REUTERS/Dado Ruvic


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Omicron menyebar cepat dan terus meluas. Tak heran jika virus varian baru initelah menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia.

Jenis virus ini sangat mudah menular. Varian yang pertama kali teridentifikasi di Afrika Selatan tersebut telah menyumbang lonjakan kasus di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Australia, Singapura, Turki, dan lain-lain.

Sebuah bukti terbaru mengungkapkan, bahwa penularan varian Omicron tidak lebih singkat dibandingkan varian sebelumnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Petugas Kesehatan Masyarakat Kanada Dr. Theresa Tam.

Melansir Global News, penelitian awal yang baru-baru ini dilakukan di Jepang memperlihatkan periode penularan dari varian Omicron tidak lebih pendek dibandingkan varian virus corona yang telah ada sebelumnya.

Baca Juga: Kasus Harian Covid-19 di Jerman Tembus 100.000, Pertama Kali Sejak Pandemi

Dituliskan, pelepasan virus dan viral load tidak benar-benar menurun hingga hari ke 10 atau setelah timbul gejala atau pengumpulan spesimen sesudah diagnosis. Studi tersebut memperlihatkan viral load tertinggi di antara pasien Omicron terjadi 3-6 hari setelah gejala mulai muncul dan menghilang sekitar 10 hari.

“Seseorang yang terinfeksi masih bisa menyebarkan virus hingga 10 hari,” ujar Tam.

Kendati begitu, bukan berarti masa isolasi tidak bisa disesuaikan dengan tindakan pencegahan yang tepat. Melakukan penyesuaian periode isolasi membawa sejumlah risiko tertentu dan membuat penerapan protokol kesehatan menjadi lebih penting.

Baca Juga: UPDATE Vaksinasi Covid-19 Per 19 Januari: Ada Penambahan 1,95 Juta Dosis Vaksin

“Kami menyadari karena begitu banyak orang terinfeksi Omicron saat ini, menjaga kelangsungan bisnis dan layanan kritis sangat menantang,” tutur dia.

Hasil penelitian ini serupa dengan tinjauan data di Inggris yang diterbitkan awal bulan ini.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru