Sampai kuartal III 2021, komitmen TKDN sektor hulu migas mencapai Rp 23 triliun

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 15:54 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Sampai kuartal III 2021, komitmen TKDN sektor hulu migas mencapai Rp 23 triliun

ILUSTRASI. Migas. ANTARA FOTO/Risky Andrianto/wsj.

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas menyampaikan, sampai dengan kuartal III 2021 komitmen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Hulu Migas sudah mencapai 58% atau Rp 23 triliun. Diharapkan komitmen TKDN ini akan terus didorong bahkan mencapai lebih dari 60%. 

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Dwi Soetjipto  mengharapkan sektor migas tidak hanya sebagai sumber energi dan bahan baku industri maupun sumber penerimaan negara saja. Tetapi juga harus menjadi lokomotif penggerak ekonomi nasional dengan menciptakan efek berganda (multiplier effect). 

Industri hulu migas berperan pula dalam menciptakan dampak berganda dengan menggerakkan sektor industri/jasa lainnya, penyerapan tenaga kerja dan pengembangan ekonomi lokal. 

Dwi menjelaskan sampai dengan kuartal III 2021 nilai kontrak barang dan jasa diperkirakan mencapai Rp 39 triliun. Adapun komitmen Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Hulu Migas sudah mencapai 58% atau Rp 23 triliun. 

Baca Juga: SKK Migas prediksi terjadi selisih kurang pasok untuk gas pipa di kuartal IV 2021

"Capaian TKDN ini di atas target yang dicanangkan pemerintah yakni 50% untuk itu kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh KKKS yang sangat teramat peduli terhadap TKDN ini dan komitmennya untuk merealisasikan," jelasnya dalam acara Forum Kapasitas Nasional (KAPNAS) 2021 di Jakarta Convention Center, Senayan, Kamis (21/10). 

Dwi mengungkapkan, realisasi TKDN ini merupakan komitmen dari SKK Migas karena jika tidak tercapai akan mendapatkan pinalty. Di sisi lain, Dwi juga mengharapkan, pihaknya dapat meningkatkan komitmen TKDN di hulu migas di atas 60%. 

Dia menambahkan, nilai kontribusi industri migas bagi sejumlah industri lain pada tahun 2020 sampai kuartal III 2021 mencapai US$ 7,12 miliar. Industri-industri ini mendapatkan efek berganda karena tetap beroperasinya sektor hulu migas di saat pandemi Covid-19. Salah satunya industri transportasi yang mencatat nilai US$ 470 juta dengan TKDN sebesar 78 %.

Selain itu, ada juga industri tenaga kerja senilai US$ 442,76 juta dengan TKDN sebesar 86%, dan industri perhotelan US$ 129,88 juta dengan TKDN 92%.

Rencana strategis untuk meningkatkan peran strategis 

Dalam meningkatkan peran strategisnya, industri migas berupaya untuk mentrasformasi bisnis dengan menyusun  Rencana Strategis (Renstra) untuk 10 tahun ke depan. "Dalam Renstra tersebut, punya tiga target besar yakni  produksi dan lifting meningkat, mengoptimalkan nilai tambah dari kegiatan hulu migas, dan memastikan keberlanjutan lingkungan," ujar Dwi. 

Dari tujuan Renstra ini, SKK Migas  melihat aspek penting yakni peningkatan multiplier effect seiring dengan naiknya kapasitas produksi nasional. Sejalan dengan itu, diproyeksikan investasi di industri hulu migas juga terus tumbuh sehingga dapat mengungkit permintaan terhadap barang dan jasa dari dalam negeri. 

Dwi bilang, untuk mencapai tujuan  produksi minyak bumi sebanyak 1 juta barrel per hari dan produksi gas sebanyak 12 miliar kaki kubik per-hari diperkirakan dapat menarik investasi US$ 187 miliar. 

"Besarnya multiplier effect dari terlaksananya visi ini, tidak  hanya dari proyeksi pendapatan negara tetapi dari investasi dan uang yang beredar sehingga dapat memberikan dampak yang besar pada upaya pertumbuhan ekonomi nasional," ujarnya. 

Selanjutnya: Lifting LNG mencapai 149,5 standard kargo hingga kuartal III 2021

 

Editor: Handoyo .
Terbaru