Sampai akhir tahun, Asia Pacific Fibers (POLY) targetkan penjualan US$ 372 juta

Jumat, 26 November 2021 | 08:10 WIB   Reporter: Filemon Agung
Sampai akhir tahun, Asia Pacific Fibers (POLY) targetkan penjualan US$ 372 juta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) menargetkan penjualan di tahun ini mencapai US$ 372 juta atau meningkat sekitar 43,91% dari raihan penjualan sepanjang tahun 2020 lalu.

Sekretaris Perusahaan POLY Tunaryo mengungkapkan penjualan sepanjang 9 bulan pertama tahun ini merujuk laporan keuangan unaudited pun sudah melampau raihan setahun penuh 2020 lalu.

Pada tahun 2020 lalu penjualan POLY mencapai US$ 258,49 juta yang terdiri dari ekspor sebesar US$ 56,63 juta dan domestik sebesar US$ 201,86 juta. "Sementara tahun 2021, sekarang untuk 9 bulan itu US$ 262,6 juta. Pencapaian 9 bulan ini sudah lebih dari capaian satu tahun sebelumnya," kata Tunaryo dalam gelaran Public Expose, Kamis (25/11).

Tunaryo melanjutkan, raihan penjualan hingga kuartal III ini ditopang oleh penjualan domestik sebesar US$ 203,65 juta dan ekspor sebesar US$ 58,94 juta.

Baca Juga: Harga bahan baku melonjak signifikan, begini strategi Asia Pacific Fibers (POLY)

Adapun, target penjualan hingga akhir tahun yang mencapai US$ 372 juta diperkirakan akan bersumber dari domestik sebesar US$ 295 juta dan ekspor sebesar US$ 77 juta. 

Sementara itu, jika merujuk laporan keuangan perusahaan yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia, penjualan hingga kuartal III 2021 sejatinya telah mencapai US$ 265,35 juta atau meningkat 45,52% year on year (yoy). Pada kuartal III 2020 lalu penjualan POLY mencapai sebesar US$ 182,34 juta.

POLY pun sukses memangkas rugi bersih hingga kuartal III 2021 yang tercatat sebesar US$ 3,51 juta. Sebelumnya pada kuartal III 2020, rugi bersih POLY mencapai US$ 16,27 juta. Hingga tutup tahun, manajemen POLY menargetkan rugi bersih dapat kembali terpangkas menjadi sekitar US$ 3,5 juta.

Sementara itu, untuk EBITDA per kaurtal III 2021 mencapai US$ 5,67 juta dan ditargetkan akan mencapai US$ 9,5 juta hingga tutup tahun nanti.

Tunaryo mengungkapkan, peningkatan kinerja penjualan ditopang oleh peningkatan produksi yang terjadi sejauh ini. "Sumber utamanya dari kenaikan produksi dan penjualan sepanjang 2021 untuk mengejar ketertinggalan tahun sebelumnya yang terdampak oleh outbreak pandemi," kata Tunaryo.

Baca Juga: Raih Rp 39 miliar dari rights issue, Armada Berjaya (JAYA) beli 50 unit dump truck

Selain itu terjadi kenaikan marjin untuk polyster fiber dan yarn yang disebabkan membaiknya kondisi perekonomian. Adapun, untuk tahun ini alokasi belanja modal yang disiapkan perusahaan mencapai US$ 9 juta hingga US$ 10 juta. Hingga kuartal III 2021 realisasinya telah mencapai US$ 7 juta.

"Sekitar US$ 4,5 juta untuk pemasangan gas turbin berkapasitas 13 MW untuk kebutuhan listrik menggantikan penyediaan listrik yang selama ini sewa, kini kita menyediakan sendiri," kata Tunaryo.

Sementara itu, sisanya digunakan untuk pemenuhan perlengkapan di Kaliwungu.

Selanjutnya: Realisasi Suntikan Modal BUMN & BLU Rp 96 Triliun

Editor: Tendi Mahadi
Terbaru