kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.000   -49,00   -0,29%
  • IDX 7.184   136,22   1,93%
  • KOMPAS100 993   21,00   2,16%
  • LQ45 727   10,98   1,53%
  • ISSI 257   5,98   2,38%
  • IDX30 393   4,71   1,21%
  • IDXHIDIV20 487   -0,17   -0,03%
  • IDX80 112   2,02   1,84%
  • IDXV30 135   -0,77   -0,57%
  • IDXQ30 128   1,38   1,08%

Rusia Mulai Pindahkan Rudal Berkemampuan Nuklir ke Perbatasan Finlandia


Jumat, 20 Mei 2022 / 00:15 WIB

Sumber: New York Post | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rusia dilaporkan telah memindahkan rudal yang mampu menembakkan hulu ledak nuklir di dekat perbatasannya dengan Finlandia di tengah meningkatnya ancaman atas upaya Finlandia untuk bergabung dengan NATO.

Sebuah armada lebih dari selusin kendaraan militer bergerak di jalan raya, termasuk tujuh yang diperkirakan membawa rudal Iskander, sebuah klip video yang dibagikan oleh Reuters Senin menunjukkan.

Mereka dibawa ke Vyborg, sebuah kota Rusia di perbatasan Finlandia, "segera setelah presiden Finlandia mengatakan mereka bergabung dengan NATO," kata narator klip yang tidak disebutkan namanya itu.

“Sepertinya unit militer baru akan segera dibentuk di Vyborg atau wilayah tersebut,” katanya.

Baca Juga: Rusia Gunakan Senjata Laser Generasi Baru di Ukraina, Seperti Apa Kekuatannya?

Rudal balistik jarak pendek diperkirakan telah digunakan secara luas oleh Rusia dan diketahui siap menembakkan hulu ledak nuklir, kata para pejabat sebelumnya kepada Newsweek.

Seorang perwira senior Angkatan Udara AS yang mengerjakan senjata nuklir mengatakan kepada outlet tersebut bahwa komunitas intelijen melihat Iskander sebagai ancaman paling serius.

Video itu muncul beberapa hari setelah salah satu sekutu terdekat Presiden Rusia Vladimir Putin memperingatkan NATO bahwa Rusia akan mengerahkan senjata nuklir dan rudal hipersonik jika Finlandia bergabung dengan aliansi militer pimpinan AS.

Baca Juga: Pasukan Ukraina Serang Militer Rusia Dengan Howitzer AS

Dmitry Medvedev, wakil ketua Dewan Keamanan Rusia, mengatakan bahwa bergabung akan mengakhiri “status bebas nuklir untuk Baltik.”

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

×