kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.930.000   20.000   1,05%
  • USD/IDR 16.230   -112,00   -0,69%
  • IDX 7.214   47,18   0,66%
  • KOMPAS100 1.053   7,20   0,69%
  • LQ45 817   1,53   0,19%
  • ISSI 226   1,45   0,65%
  • IDX30 427   0,84   0,20%
  • IDXHIDIV20 504   -0,63   -0,12%
  • IDX80 118   0,18   0,16%
  • IDXV30 119   -0,23   -0,19%
  • IDXQ30 139   -0,27   -0,20%

Rusia daftarkan vaksin hewan pertama di dunia untuk melawan virus corona


Rabu, 31 Maret 2021 / 21:10 WIB
Rusia daftarkan vaksin hewan pertama di dunia untuk melawan virus corona

Sumber: TASS | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - MOSKOW. Vaksin hewan pertama di dunia untuk melawan virus corona baru, yang dikembangkan oleh para ilmuwan dari Federal Service for Veterinary and Phytosanitary Surveillance (Rosselkhoznadzor), telah terdaftar di Rusia.

"Sejauh ini, Carnivak-Cov, vaksin untuk melawan infeksi virus corona untuk hewan karnivora, adalah vaksin pertama dan satu-satunya di dunia untuk pencegahan Covid-19 pada hewan," kata Wakil Ketua Rosselkhoznadzor Konstantin Savenkov, Selasa (30/3), seperti dikutip TASS.

Menurut dia, produksi massal vaksin hewan pertama di dunia melawan virus corona bisa meluncur paling cepat pada April.

Menurut Savenkov, uji klinis Carnivak-Cov bergulir mulai Oktober tahun lalu, yang melibatkan anjing, kucing, rubah dan rubah Arktik, cerpelai, serta hewan karnivora lainnya.

Baca Juga: India embargo vaksin Covid-19, begini dampaknya bagi Indonesia

“Hasil penelitian memberi kami dasar untuk menyimpulkan, vaksin itu aman dan memiliki efek imunogenik yang kuat, karena semua hewan yang divaksinasi mengembangkan antibodi terhadap virus corona baru 100%," ujarnya.

Savenkov bilang, para ilmuwan Rusia melanjutkan penelitian mereka untuk mengetahui berapa lama efek vaksin tersebut bertahan.
"Saat ini, diperkirakan tidak kurang dari enam bulan," ujarnya.

Savenkov mengklaim, sejumlah negara telah menunjukkan minat pada vaksin anti-coronavirus untuk hewan tersebut.

"Karena kasus Covid-19 terjadi pada hewan di banyak negara di seluruh dunia, pembelian vaksin direncanakan oleh perusahaan pengembangbiakan hewan domestik dan perusahaan komersial dari Yunani, Polandia, dan Austria. Perusahaan dari Amerika Serikat, Kanada, dan Singapura juga menunjukkan minat pada Carnivak-Cov," sebut dia.

Selanjutnya: Vaksinasi tembus 10 juta dosis, Indonesia masuk 4 besar dunia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004 Digital Marketing for Business Growth 2025 : Menguasai AI dan Automation dalam Digital Marketing

×