RS Wisma Atlet Lockdown, Pemerintah akan Berlakukan PPKM Lagi?

Jumat, 17 Desember 2021 | 10:00 WIB Sumber: Kompas.com
RS Wisma Atlet Lockdown, Pemerintah akan Berlakukan PPKM Lagi?

ILUSTRASI. Pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan penguncian penuh atau lockdown RS Wisma Atlet, Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Pemerintah akhirnya memutuskan untuk melakukan penguncian penuh atau lockdown RS Wisma Atlet, Jakarta. Langkah tersebut dilakukan setelah masuknya virus varian baru Omicron pertama kali di Indonesia.

Hal itu disampaikan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi yang juga Koordinator Penanganan PPKM Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan melalui juru bicaranya Jodi Mahardi.   

Lockdown ini bertujuan agar virus Covid-19 varian B.1.1.529 atau Omicron tidak menyebar ke luar dari RS Wisma Atlet. 

"Pemerintah saat ini melakukan langkah-langkah mitigasi dengan melakukan lockdown atau penguncian di beberapa tower Wisma Atlet agar varian ini tidak menyebar luas," ujar Jodi kepada Kompas.com, Kamis (16/12/2021). 

Baca Juga: Varian Omicron Lebih Menular Tapi Tidak Berdampak Parah, Ini Penjelasan Ilmuwan

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan genome sequencing atau pelacakan penyebaran mutasi virus secara ketat yang tersebar di seluruh Indonesia. 

Nasib status PPKM 

Lantas, apakah pemerintah bakal memperketat lagi mobilitas masyarakat (PPKM) akibat munculnya varian Omicron ini? 

Menurut Jodi, pemerintah masih memberlakukan PPKM berdasarkan arahan dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun, mengenai kebijakan PPKM, pemerintah masih membahasnya. 

"Terkait PPKM, tentunya hal ini akan terus dibahas sambil menunggu kondisi di lapangan. Intinya PPKM yang digunakan akan tetap mengikuti standar acuan WHO," kata dia. 

Baca Juga: Cegah Transmisi Varian Omicron, RSDC Wisma Atlet Diisolasi 7 Hari

"PPKM yang terus dievaluasi tiap minggunya merupakan alat asesmen yang cukup baik untuk langsung dapat memutuskan bila terjadi hal-hal yang sangat dikhawatirkan," sambung Jodi.

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru