Robert Kiyosaki Yakin Harga Bitcoin Bakal Sentuh US$ 10.000

Senin, 14 November 2022 | 12:09 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Robert Kiyosaki Yakin Harga Bitcoin Bakal Sentuh US$ 10.000

ILUSTRASI. Robert Kiyosaki percaya titik terendah baru akan datang untuk Bitcoin dan bisa mencapai posisi US$ 10.000.


KONTAN.CO.ID -  Runtuhnya kerajaan blockchain FTX milik Sam Bankman-Fried masih berlanjut. Kini, investor semakin waspada dengan pasar mata uang kripto yang semakin babak belur.

Industri kripto telah melihat penutupan pemain utama, bersamaan dengan pecahnya gelembung Bitcoin.

Melansir Benzinga, penulis buku "Rich Dad, Poor Dad" Robert Kiyosaki telah memberikan peringatan tentang kinerja Bitcoin dalam skenario pasar saat ini.

Dalam tweet baru-baru ini, Kiyosaki mengatakan dia tidak menanti pembalikan arah Bitcoin berdasarkan kapitalisasi pasar karena dia merupakan investor Bitcoin jangka panjang daripada seorang trader.

Kiyosaki percaya titik terendah baru akan datang untuk Bitcoin dan bisa mencapai posisi US$ 10.000. Dia mengatakan jika itu terjadi, dia akan bersemangat tentang hal itu daripada gugup.

Bulan lalu, Kiyosaki memperingatkan bahwa AS sedang menuju keruntuhan ekonomi yang akan datang. Dia mengatakan dalam sebuah tweet bahwa di tengah krisis keuangan, investor dapat menjaga modal mereka tetap utuh dengan memuat emas, perak, dan Bitcoin.

Baca Juga: Robert Kiyosaki Sebut Bank Sentral Tak Bisa Perbaiki Inflasi, Ini 3 Aset Pilihannya

Sebelumnya, Kiyosaki mengatakan dia bullish pada Bitcoin karena dana pensiun yang disponsori negara mulai berinvestasi di BTC.

"Mengapa membeli emas, perak, Bitcoin? Pivot Bank of England berarti membeli lebih banyak GSBC. Ketika dana pensiun hampir ambruk, Bank Sentral tidak dapat memperbaikinya...INFLASI. Pensiun selalu berinvestasi di G&S (emas dan perak). Dana pensiun sekarang berinvestasi di Bitcoin. Mereka tahu Fake $, saham & obligasi adalah roti panggang," katanya dalam tweet.

Selama wawancara bulan Mei, Kiyosaki mengatakan bahwa kenaikan inflasi, kekurangan jaminan sosial, dan pendanaan perawatan kesehatan adalah faktor utama yang mempengaruhi perekonomian.

Kontan.co.id memberitakan, pada bulan lalu, meski memperingatkan kehancuran pasar, Kiyosaki mengatakan tahun 2022 adalah waktu untuk menjadi lebih kaya. Dalam buku populer Rich Dad Poor Dad yang dia tulis, Kiyosaki mengungkapkan tiga pelajaran Rich Dad. 

Baca Juga: Ada Ancaman Resesi Global, Analis Sebut Emas Jadi Safe Haven

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru