Robert Kiyosaki Sebut Inflasi yang Tinggi Bakal Musnahkan 50% Populasi AS

Selasa, 28 Juni 2022 | 00:10 WIB Sumber: Money Wise
Robert Kiyosaki Sebut Inflasi yang Tinggi Bakal Musnahkan 50% Populasi AS

ILUSTRASI. Robert Kiyosaki Sebut Inflasi yang Tinggi Bakal Musnahkan 50% Populasi AS


KONTAN.CO.ID -  NEW YORK. Harga barang konsumen di Amerika Serikat (AS) pada bulan Mei 2022 melonjak 8,6%, menandai kenaikan tercepat sejak Desember 1981. Kondisi ini memberi alasan bagi Bank Sentral AS, The Fed untuk mengerek suku bunga acuan, sesuatu yang sudah membayangi pasar saham.

Kondisi ini adalah lingkaran setan yang dikritik para veteran investasi, termasuk Robert Kiyosaki. Penulis Rich Dad, Poor Dad, tersebut telah membunyikan alarm terkait inflasi ini.

"Ketika inflasi naik, kita akan memusnahkan 50% populasi AS," ujar Kiyosaki kepada Stansberry Research pada awal tahun ini.

Lalu apa maksud Kiyosaki dengan pernyataan tersebut? Mari kita lihat lebih dekat.

Baca Juga: Nasihat Robert Kiyosaki Soal Investasi Terbaik di Saat Resesi Ekonomi

Kiyosaki tidak terlalu senang dengan kondisi ekonomi AS saat ini. Ia bilang, AS telah berhenti memproduksi produk. Sekarang AS memproduksi gelembung. Karena itu, Kiyosaki menyatakan saat ini AS memiliki gelembung di pasar real estat, pasar saham dan pasar obligasi.

Kiyosaki juga mengkritik presiden AS Joe Biden untuk menghentikan pipa minyak Keystone XL, yang menurutnya sebagai penyebab utama harga energi begitu tinggi.

Selain itu, Kiyosaki mengatakan, saat ini, rata-rata orang AS tidak memiliki uang sebesar US$ 1.000 yang disisihkan untuk menutupi pengeluaran tak terduga. 

Ini juga menimbulkan masalah bagi mereka yang ingin menikmati tahun-tahun emas mereka. Ketika gelembung pecah, kata Kiyosaki, pasar saham akan runtuh. Jadi mereka yang mengandalkan rencana 401(k) mereka “bersulang.” (are toast).

“Kami tidak memiliki pensiun, pensiun kami bangkrut,” tutur Kiyosaki.

Mengingat pandangannya yang suram, tidak mengherankan jika Kiyosaki adalah penggemar aset safe haven seperti emas dan perak. Logam mulia tidak dapat dicetak begitu saja seperti uang kertas, dan mereka telah membantu investor mempertahankan daya beli mereka selama berabad-abad.

Harga emas naik sekitar 8% tahun ini. Invasi Rusia ke Ukraina telah memberi investor alasan baru untuk memeriksa logam kuning.

Sementara Kiyosaki memiliki emas, dia pertama kali membeli logam kuning pada tahun 1972, Kiyosaki lebih memilih perak di lingkungan ekonomi saat ini.

Baca Juga: Ada Ancaman Resesi Ekonomi, Robert Kiyosaki Beberkan Investasi Terbaik Saat Ini

Dalam sebuah tweet di bulan Maret, Kiyosaki mengungkapkan bahwa dia telah membeli 2.500 koin emas batangan American Silver Eagle dan menawarkan alasan bullish untuk melakukannya.

“Emas sudah naik. Bitcoin masih terlalu tinggi,” tulis tweet tersebut. 

Editor: Noverius Laoli

Terbaru