kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.711.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

RI turun kelas ke lower-middle income class, ini kata ekonom LPEM FEB UI


Kamis, 08 Juli 2021 / 11:45 WIB

Reporter: Bidara Pink | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bank Dunia (World Bank) menyatakan bahwa Indonesia kembali masuk ke negara penghasilan menengah ke bawah, alias lower-middle income country. 

Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky mengatakan, penurunan kelas ini tentu akan memberi pengaruh pada bunga utang, khususnya utang luar negeri non SBN alias utang bilateral maupun multilateral. 

“Sebenarnya blessing in disguise. Dan dalam hal ini sedikit banyak justru menguntungkan, karena biasanya negara menengah ke bawah justru mendapat keringanan,” ujar Riefky kepada Kontan.co.id, Rabu (7/7). 

Baca Juga: Ekonom sebut penurunan peringkat ke lower-middle income class karena resesi 2020

Namun, Riefky mengingatkan agar tak terlena dengan hal itu. Makanya, Indonesia harus tetap bisa bangkit dan mengejar cita-cita untuk menjadi negara maju.  Nah, untuk kembali naik kelas ke upper-middle income class atau bahkan menjadi negara maju, tentu ini akan membutuhkan waktu.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan oleh Indonesia adalah dengan menekan angka penularan Covid-19. Karena, sumber masalah perekonomian Indonesia saat ini adalah pandemi. 

Riefky melihat, paling tidak sebelum tahun 2025, Indonesia akan kembali ke upper-middle income class. Namun, ini dengan catatan kalau pertumbuhan ekonomi akan sesuai dengan trajectory sebelum Covid-19. 

Selanjutnya: Indonesia turun kelas ke lower-middle income country, ini tanggapan pemerintah

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

×