kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Respons tantangan di Laut China Selatan, AS dan Filipina mempererat koordinasi


Kamis, 01 April 2021 / 21:05 WIB

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Amerika Serikat dan Filipina membahas keprihatinan bersama mereka atas aktivitas China di Laut China Selatan melalui panggilan telepon pada Rabu (31 Maret).

Filipina menggambarkan kehadiran ratusan kapal China di dalam zona ekonomi eksklusif 200 mil laut mereka di Whitsun Reef di Laut China Selatan sebagai "mengerumuni dan mengancam".

Manila yakin, kapal-kapal China itu diawaki oleh milisi maritim. Tapi, China mengatakan, kapal-kapal tersebut berlindung dari laut yang ganas dan tidak ada milisi di dalamnya.

Baca Juga: Ratusan kapal milisi China makin menyebar di Laut China Selatan, Filipina berang

Penasihat Keamanan Nasional Gedung Putih Jake Sullivan dan Penasihat Keamanan Nasional Filipina Hermogenes Esperon "sepakat, Amerika Serikat dan Filipina akan terus berkoordinasi erat dalam menanggapi tantangan di Laut China Selatan".

"Sullivan menggarisbawahi, Amerika Serikat mendukung sekutu kami Filipina dalam menegakkan tatanan maritim internasional berbasis aturan, dan menegaskan kembali penerapan Perjanjian Pertahanan Bersama AS-Filipina di Laut China Selatan," kata Gedung Putih dalam pernyataan, seperti dikutip Reuters.

Kanada, Australia, Jepang, dan lainnya telah menyuarakan keprihatinan tentang niat China tersebut.

Brunei, Malaysia, Filipina, Taiwan, China, dan Vietnam memiliki klaim teritorial yang bersaing di Laut China Selatan, yang dilalui perdagangan dengan nilai setidaknya US$ 3,4 triliun per tahun.

Selanjutnya: Marah, Filipina kirim pesawat tempur untuk melawan China

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

×