Respons Kenaikan Harga BBM, BI Janji Sigap Menjaga Inflasi

Kamis, 08 September 2022 | 05:50 WIB   Reporter: Bidara Pink
Respons Kenaikan Harga BBM, BI Janji Sigap Menjaga Inflasi


KONTAN.CO.ID -   JAKARTA. Bank Indonesia (BI) mengungkapkan, masalah terbesar yang sedang dihadapi Indonesia saat ini adalah terkait peningkatan inflasi. Tekanan inflasi saat ini berasal dari faktor yang terjadi di global maupun berbagai peristiwa dalam negeri. 

Di tengah ancaman inflasi tersebut, pemerintah mengerek harga bahan bakar minyak (BBM) jenis pertalite, solar bersubsidi, dan pertamax pada akhir pekan lalu. Presiden RI Joko Widodo pun menyebut, peningkatan harga BBM ini akan menyumbang tambahan inflasi sebesar 1,8%. 

Meski begitu, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Solikin M. Juhro menyebut penyesuaian subsidi yang dilakukan pemerintah memang pilihan yang seyogyanya, mengingat ada pembengkakan beban subsidi yang bakal ditanggung. 

Baca Juga: Ekonom: Otoritas Perlu Lebih Persuasif untuk Tarik Minat Eksportir Bawa Pulang DHE

“Memang ada peningkatan subsidi. Namun, dengan peningkatan BBM, ini dialihkan untuk mengelola atau untuk meningkatkan daya beli masyarakat. Jadi, memang ada konsekuensinya,” terang Solikin dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia: Normalisasi Kebijakan Menuju Pemulihan Ekonomi Indonesia, Rabu (7/9). 

Namun, Solikin meyakinkan bahwa BI akan selalu sigap dalam menjaga inflasi agar tak bergerak liar. Dalam hal ini, BI akan turut menjaga inflasi baik dari sisi suplai maupun dari sisi permintaan (demand). 

Solikin pun memerinci, dalam hal menjaga suplai terutama pangan untuk memadai, BI pun bekerja sama dengan pemerintah untuk menggalakkan Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan. Selain itu, Bi juga meminta pemerintah daerah untuk menggunakan dana tidak terduga yang dimiliki. 

Baca Juga: Transaksi Digital Marak, Begini Perkembangan Transaksi ATM BRI, Mandiri dan BCA

Setali tiga uang, BI juga berusaha untuk mengatur inflasi dari sisi permintaan lewat berbagai instrumen yang ada. Apalagi, mengingat progres pemulihan ekonomi ini diikuti dengan peningkatan permintaan. 

Salah satu instrumen yang digunakan oleh BI adalah dengan menaikkan suku bunga acuan. Pada Agustus 2022 kemarin, BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps) sebagai langkah pre emptive dan forward looking untuk menjangkar inflasi dan ekspektasi inflasi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Noverius Laoli

Terbaru