Ekonomi

Rencana kerjasama Freeport -Tsingshan terbuka, proyek smelter Gresik jalan terus

Senin, 04 Januari 2021 | 20:40 WIB   Reporter: Ridwan Nanda Mulyana
Rencana kerjasama Freeport -Tsingshan terbuka, proyek smelter Gresik jalan terus

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kelanjutan proyek smelter tembaga baru milik PT Freeport Indonesia (PTFI) masih menjadi sorotan. Opsi untuk meneruskan pembangunan di Gresik dan kerjasama dengan Tsingshan Steel China untuk membangun smelter tembaga di Weda Bay, Halmahera masih terbuka.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menegaskan, kedua opsi tersebut masih dibahas dan proses keduanya terus berlanjut. Kata Tony, proyek smelter yang berlokasi di JIIPE, Gresik, Jawa Timur terus dikerjakan dan secara keseluruhan progresnya baru mencapai 5,9%.

Saat ini, pengerjaan sedang dalam tahap test piling yang ditargetkan selesai pada bulan depan. Secara keseluruhan, biaya yang sudah dikeluarkan PTFI untuk pengerjaan proyek ini sebesar US$ 310 juta.

"Saat ini tengah dilakukan test piling yang akan selesai bulan Februari 2021. Progres smelter secara keseluruhan 5,9%," ungkap Tony kepada Kontan.co.id, Senin (4/1).

Berbarengan dengan itu, dia juga memastikan rencana penambahan kapasitas smelter eksisting, yakni PT Smelting tetap berjalan. "(Penambahan kapasitas PT Smelting) Ini akan tetap berlanjut," tegas Tony.

Seperti diketahui, PTFI dan Mitsubishi Materials Corporation (MMC) pada 13 November 2020 telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk meningkatkan kapasitas di PT Smelting sebanyak 300.000 ton.

Baca Juga: Pemerintah akan beri sembilan insentif untuk hilirisasi batubara, berikut daftarnya

PTFI dan MMC sebagai pemegang saham terbesar di PT Smelting akan bekerjasama untuk meningkatkan kapasitas smelter dari semula 1 juta ton per tahun menjadi 1,3 juta ton. Ekspansi ini juga ditargetkan selesai pada akhir Desember 2023.

Pembangunan smelter tembaga di JIIPE, Gresik dan juga penambahan kapasitas 300.000 ton di PT Smelting menjadi opsi pertama untuk memenuhi kewajiban PTFI sesuai Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) yang terbit Desember 2018 lalu.

Pemerintah dan PTFI sepakat bahwa pembangunan smelter perlu dilakukan dengan kapasitas 2 juta ton. Smelter dengan kapasitas sebesar itu digunakan untuk menyerap produksi konsentrat tembaga PTFI agar  bisa diolah di dalam negeri. Sebab, ekspor mineral logam yang belum dimurnikan akan ditutup pada tahun 2023.

Selain itu, opsi lain yang masih dibicarakan ialah kerjasama PTFI dengan Tsingshan Steel China untuk membangun smelter tembaga baru di Weda Bay, Halmahera. Tony bilang, opsi ini masih dibahas dan belum mencapai keputusan.

"Kerjasama dengan Tsingshan masih terus dibahas. Belum diputuskan, apapun keputusannya perlu persetujuan dari pemerintah," pungkas Tony.

Selanjutnya: Freeport dan MIND ID bicara soal kemitraan dengan Tsingshan bangun smelter tembaga

 

Editor: Herlina Kartika Dewi
Terbaru