Rencana Kenaikan Harga BBM, Misbakhun: Harus Ditimbang Untung Ruginya

Jumat, 26 Agustus 2022 | 06:15 WIB   Reporter: Siti Masitoh
Rencana Kenaikan Harga BBM, Misbakhun: Harus Ditimbang Untung Ruginya


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menilai apabila pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi maka, tekanan inflasi yang awalnya ditahan akan mengalami kenaikan.

Untuk menahan laju inflasi tersebut, Misbakhun meminta agar pemerintah benar-benar mempertimbangkan segala keputusan yang ada. Ia juga khawatir jika inflasi tidak terkendali maka akan turut mengganggu pertumbuhan ekonomi yang memang sudah diupayakan untuk tumbuh saat ini.

Baca Juga: Sebelum Harga BBM Naik, Data Penerima Subsidi Harus Jelas Dulu

“Dalam pandangan saya sampai saat ini harus ditimbang-timbang benar oleh pemerintah terkait rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pertama dampak ekonominya. Dampak ekonomi ini memberikan tekanan kepada inflasi kita, kenaikan harga BBM akan mendorong inflasi pangan, bahkan bisa menjalar ke inflasi transportasi,” tutur Misbakhun kepada Kontan.co.id, Kamis (25/8).

Adapun Politisi dari Fraksi Partai Golkar ini mengatakan, jika inflasi pada sektor transportasi meningkat, maka rentan juga memberikan inflasi pada sektor-sektor yang biasanya menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi.

Ia juga tidak ingin, upaya yang sudah dilakukan pemerintah sejauh ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akibat pandemi Covid-19 berujung sia-sia hanya karena permasalahan BBM saja.

“Ini bukan persoalan setuju atau tidak (harga BBM naik) tapi harus ditimbang untung ruginya. Baik dari sisi ekonomi, makroekonomi, kemudian dari sisi saat siuasi keamanan dan ketertiban,” jelasnya.

Baca Juga: Rencana Kenaikan Harga BBM Memicu Kekhawatiran Pedagang Pasar

Tak hanya mendorong inflasi, Misbakhun juga menilai, jika harga BBM dinaikkan, maka akan terjadi keributan ditengah kondisi masyarakat. Berkaca pada kejadian sebelumnya, selalu ada demo besar-besaran ketika pemerintah menaikkan harga BBM.

Dia juga khawatir, pihak kepolisian yang saat ini sedang fokus pada kasus Irjen Ferdy Sambo tidak siap menghadapi gejolak masyarakat ketika merespon naiknya harga BBM tersebut.

“Kalau ada apa-apa akibat BBM ini konsolidasi kepolisian  belum ketemu soliditasnya. Jika masyarakat yang protes akan memberikan dampak yang signifikan kepada kinerja ekonomi kita dan memberika pukulan balik terhadap ekonomu. Padahal faktornya hanya satu yaitu BBM,” kata Dia menambahkan.

Meski begitu, Misbakhun juga tak serta merta mendukung pemerintah untuk lebih memilih jalan menambah anggaran subsidi untuk merespons kuota BBM bersubsidi yang diperkirakan akan habis pada September mendatang.

Akan tetapi, Ia meminta kepada pemerintah untuk mempertimbangkan dengan cermat apakah keputusan tersebut akan berdampak signifikan untuk mendorong laju konsumsi dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

Selian itu, pemerintah juga diminta untuk mengatur skema penyaluran subsidi agar berjalan dengan baik dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat  miskin dan alias tepat sasaran.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Yudho Winarto

Terbaru