kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Realisasi investasi kuartal II 2021 tumbuh 16,2% jadi Rp 223 triliun


Rabu, 28 Juli 2021 / 06:50 WIB

Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM)/Kementerian Investasi melaporkan realisasi investasi pada kuartal II 2021 sebesar Rp 223 triliun. Pencapaian ini tumbuh 16,2% dibandingkan realisasi sama tahun lalu yang hanya Rp 191,9 triliun.

Nilai investasi tersebut berasal dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 106,2 triliun dan penanaman modal asing (PMA) sejumlah Rp 116,8 triliun.

Kepala BPKM/Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, mengatakan, kinerja positif investasi pada periode April-Juni 2021 itu sejalan dengan pemulihan ekonomi dalam negeri. Sehingga, investor makin yakin menanamkan modalnya di Indonesia.

“Realisasi kuartal II 2021 jauh lebih baik. Investor dalam dan luar negeri sudah mulai terbiasa dengan keadaan Covid-19 terhadap kondisi baru dan melakukan penyesuaian,” kata Bahlil saat Konferensi Pers, Selasa (27/7).

Baca Juga: Cari investor, Bahlil terbang ke New York meski ada pandemi

Namun demikian, Bahlil bilang aliran modal investor di kuartal II 2021, tumbuh dua digit lantaran kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat baru efektif di awal kuartal III 2021. Sehingga, belum berdampak pada investasi di periode April-Juni 2021.

Adapun berdasarkan sektor usaha, realisasi investasi pada kuartal II-2021 didominasi oleh lima sektor. Pertama, perumahan, kawasan industri dan perkantoran 14%.

Kedua, industri logam dasar, barang logam, bukan mesin dan peralatannya berkontribusi 13,3%. Ketiga, transportasi, gudang, dan telekomunikasi 12,5%.

Keempat, listrik, gas dan air sebanyak 10,8%. Kelima, sektor pertambangan memberikan sumbangsih 9,1%.

Selanjutnya: Temui Bank Dunia, Menteri Investasi jelaskan perbaikan indikator EoDB Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×