kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.799   -31,00   -0,18%
  • IDX 8.189   57,61   0,71%
  • KOMPAS100 1.156   9,88   0,86%
  • LQ45 834   4,43   0,53%
  • ISSI 291   2,88   1,00%
  • IDX30 432   1,30   0,30%
  • IDXHIDIV20 517   -1,40   -0,27%
  • IDX80 129   1,12   0,88%
  • IDXV30 141   -0,06   -0,04%
  • IDXQ30 140   -0,22   -0,16%

Rasio utang terhadap PDB naik jadi 37,2%, BI: Struktur utang luar negeri tetap sehat


Sabtu, 16 Oktober 2021 / 05:15 WIB
Rasio utang terhadap PDB naik jadi 37,2%, BI: Struktur utang luar negeri tetap sehat

Reporter: Bidara Pink | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Utang luar negeri (ULN) Indonesia makin membesar.  Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN pada bulan Agustus 2021 sebesar US$ 423,5 miliar, atau naik 1,88% dari akhir Juli 2021 yang sebesar US$ 415,7 miliar. 

Dengan posisi tersebut, rasio ULN terhadap produk domestik bruto (PDB) tercatat 37,2%, atau meningkat dari rasio pada bulan sebelumnya yang sebesar 36,6%. 

Meski rasio utang meningkat, Direktur Kepala Grup Departemen Komunikasi BI Muhamad Nur mengklaim bahwa struktur ULN Indonesia tetap sehat. 

Baca Juga: ULN Indonesia naik menjadi US$ 423,5 miliar per akhir Agustus 2021

“Hal ini didukung dengan ULN Indonesia yang tetap didominasi oleh ULN berjangka panjang dengan pangsa 88,5% dari total ULN,” ujar M Nur dalam keterangannya, Jumat (15/10). 

Nah, dalam rangka menjaga agar struktur ULN tetap sehat, BI dan pemerintah terus memperkuat koordinasi dalam pemantauan perkembangan ULN, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya. 

Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian.

Selanjutnya: Rasio ULN terhadap PDB naik, ekonom BCA: Masih relatif aman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×