kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Rasio Utang Luar Negeri RI Diprediksi Turun Jadi 29% dari PDB


Rabu, 16 November 2022 / 16:00 WIB
Rasio Utang Luar Negeri RI Diprediksi Turun Jadi 29% dari PDB

Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Analisis Makroekonomi Bank Danamon Irman Faiz memperkirakan rasio utang luar negeri (ULN) terhadap produk Domestik Bruto (PDB) akan berada pada kisaran 29% di akhir tahun nanti.

Sebagai gambaran, rasio ULN Indonesia pada kuartal III-2022 yang berada di kisaran 30,1% terhadap PDB, turun ketimbang 31,8% pada kuartal II-2022. 

Faiz melihat, posisi utang pada kuartal III-2022 tersebut masih dalam batas yang aman. Pasalnya, berdasarkan Undang-Undang Keuangan Negara batasan rasio utang terhadap PDB adalah 60%.

Baca Juga: Masih Ada Tiga dari 18 Bank yang Belum Berencana Kejar Modal Inti Rp 3 Triliun

"Akhir tahun kita perkirakan dengan PDB yang membaik ULN bisa sekitar 29%. Sesuai dengan prioritas pemerintah juga untuk mengoptimalkan pembiayaan dalam negeri," ujar Faiz kepada Kontan.co.id, Selasa (15/11).

Asal tahu saja, posisi ULN Indonesia pada akhir kuartal III-2022 tercatat sebesar US$ 394,6 miliar, turun dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal II-2022 sebesar US$ 403,6 miliar. 
Perkembangan tersebut disebabkan oleh penurunan ULN sektor publik (Pemerintah dan Bank Sentral) maupun sektor swasta.

Secara tahunan, posisi ULN kuartal III-2022 turun sebesar 7% secara tahunan, lebih dalam dibandingkan dengan kontraksi pada kuartal sebelumnya yang sebesar 2,9% secara tahunan.

Lebih rinci, ULN pemerintah pada kuartal III-2022 tercatat sebesar US$ 182,3 miliar atau turun dibandingkan dengan posisi ULN pada kuartal sebelumnya yang sebesar US$ 187,3 miliar. Sementara itu, ULN swasta pada kuartal III-2022 tercatat US$ 204,1 miliar atau turun tipis jika dibandingkan pada kuartal II-2022 yang sebesar US$ 207,7 miliar.

Baca Juga: Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia Kembali Turun di Kuartal III-2022

"Sejauh ini masih aman karena jauh di bawah standar internasional 60% dan kita lihat juga dalam tren menurun," katanya.

Faiz menegaskan, selama utang tersebut digunakan untuk hal-hal produktif dan menciptakan pertumbuhan ekonomi didalam negeri, maka dapat dikatakan sustainable.

Mengutip dari data Bank Indonesia, dukungan ULN pemerintah dalam memenuhi kebutuhan belanja prioritas pada kuartal-III 2022 antara lain mencakup sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (24,6% dari total ULN Pemerintah), sektor jasa pendidikan (16,6%), sektor administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (15,2%), sektor konstruksi (14,2%), serta sektor jasa keuangan dan asuransi (11,6%).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×