Rasio BOPO Sejumlah Bank Berhasil Melandai

Jumat, 28 Januari 2022 | 06:15 WIB   Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk
Rasio BOPO Sejumlah Bank Berhasil Melandai


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah bank menggulirkan kegiatan operasinya dengan lebih efisien selama 2021 dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Itu tercermin dari rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO) yang menurun. 

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat rasio BOPO di tahun lalu sebesar 81,18% dibandingkan 93,3% di tahun sebelumnya. Sementara PT Bank Woori Saudara Tbk (BWS) mencatatkan BOPO 70,2 %, turun dari 74,22% pada 2020. 

Sadhana, Direktur PT Bank Woori Saudara Tbk (BWS), mengatakan, penurunan ini lebih banyak ditopang oleh optimalisasi aset dan liability management yang membuat pendapatan operasi meningkat. "Sementara pengembangan digitalisasi pada awal, tidak langsung berpengaruh pada efisiensi," kata Sadhana pada KONTAN, Rabu (26/1).

Baca Juga: Pencadangan Restrukturisasi Kredit Baru 16%, OJK Minta Bank Lakukan Penambahan

Untuk tahun ini, BWS memperkirakan rasio BOPO kemungkinan akan sedikit kenaikan. Proyeksi itu sesuai dengan perkiraan pergerakan kondisi pasar. 

Sedang penurunan BOPO BNI sejalan dengan peningkatan pendapatan operasional yang cukup baik. Fee based income atau pendapatan berbasis komisi perseroan tercatat naik 29,8% year-on-year. 

Dari sisi beban operasional, cost of fund atau biaya dana BNI dapat ditekan hingga ke level 1.6% atau turun dari 2.6% pada tahun 2020. Hal ini mendorong pencapaian laba sebelum biaya pencadangan tumbuh 14,8%.

Novita Anggraeni, Direktur Keuangan BNI mengatakan, penurunan BOPO terutama didorong oleh menipisnya biaya kredit atau cost of credit ke level 3,3% dari 4,1% di tahun terdahulu. "Ada penurunan biaya cadangan kerugian penurunan nilai," ujar dia. 

Baca Juga: OJK Mencatat Simpanan Perbankan pada 2021 Meningkat 12,21%

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN)  mencatat rasio BOPO sebesar 89,8% pada triwulan III 2021, menyusut dari 93,02% pada periode yang sama 2020. Haru Koesmahargyo, Direktur Utama BTN mengatakan, BOPO turun sejalan dengan penurunan beberapa komponen beban operasional dan peningkatan pendapatan operasional. 

Di sisi beban operasional, ada pengurangan beban bunga yang cukup besar. Beban lain yang turun adalah beban sewa, beban pengadaan barang serta beban tenaga alih daya seiring dengan penutupan beberapa outlet untuk efisiensi dan pengalihan ke transaksi digital.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru