Pupuk Indonesia Gencar Kembangkan Blue dan Green Ammonia

Kamis, 03 November 2022 | 06:40 WIB   Reporter: Arfyana Citra Rahayu
Pupuk Indonesia Gencar Kembangkan Blue dan Green Ammonia


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pupuk Indonesia (Persero) sudah menetapkan peta bisnis (roadmap) untuk mengembangkan blue dan green ammonia di Indonesia. Dalam jangka pendek ini, Pupuk Indonesia akan melakukan pengembangan pabrik untuk meningkatkan efisiensi energi dan penurunan emisi karbon.

SVP of Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana mengatakan, untuk saat ini Pupuk Indonesia melakukan peningkatan efisiensi konsumsi energi dan mengoptimalkan pemanfaatan energi ramah lingkungan.

“Dalam jangka waktu 2023-2030 ada sejumlah agenda bisnis yang akan kami lakukan yakni revamping pabrik pupuk untuk meningkatkan efisiensi energi yang inline dengan penurunan emisi karbon,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Rabu (2/11).

Wijaya menjelaskan, pemanfaatan emisi karbon dapat dilakukan melalui pembangunan pabrik soda ash di Pupuk Kaltim dan Petrokimia Gresik. Soda ash dapat digunakan oleh industri kaca, detergen, dan sebagainya.

Baca Juga: Pupuk Indonesia Buka Kantor Perwakilan di Dubai

Pada jangka pendek, Pupuk Indonesia akan melakukan pengembangan green ammonia secara hybrid dengan memanfaatkan pabrik ammonia eksisting.

Dalam roadmap dekarbonisasi Pupuk Indonesia, pengembangan green ammonia dari pabrik eksisting akan dilakukan pada periode 2026-2030 di tiga anggota holding, yaitu Pupuk Kujang, Pupuk Iskandar Muda, dan Pupuk Kaltim.

Wijaya mengakui, sudah ada sejumlah perusahaan yang berpotensi menjadi pembeli siaga (offtaker) produk blue dan green ammonia yang akan diproduksi Pupuk Indonesia.

“Pupuk Indonesia telah menjalin MoU pengembangan blue dan green ammonia dari sejumlah perusahaan Jepang seperti Mitsui, Mitsubishi, Toyo Engineering, dan Inpex. Oleh karena itu, mereka dapat menjadi off-taker potensial kami,” ungkap Wijaya.

Secara umum, Pupuk Indonesia melihat prospek energi bersih ini sangat besar karena green ammonia akan menjadi salah satu sumber energi ramah lingkungan dunia di masa depan. Diprediksi, kebutuhannya akan lebih tinggi daripada ammonia di sektor pangan.

Baca Juga: Pupuk Indonesia: Stok Pupuk Subsidi Lampung Capai 138% dari Ketentuan Pemerintah

Wijaya menyebut pengembangan green ammonia membutuhkan investasi yang sangat besar sehingga Pupuk Indonesia tidak mungkin jalan sendiri. Namun sayang, dia tidak bisa membeberkan berapa tepatnya investasi yang dibutuhkan.

Untuk saat ini, Pupuk Indonesia sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan energi eksisting seperti Pertamina dan PLN.

“Kami juga masih sangat terbuka untuk bekerjasama dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk berinvestasi pada pengembangan green energy ini baik dalam hal penguasaan teknologi, sumberdaya dan pendanaan,” tandasnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru