kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.788.000   -12.000   -0,43%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Punya Likuiditas Berlebih, Ini yang Dilakukan BSI


Rabu, 09 Februari 2022 / 04:15 WIB

Reporter: Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Punya likuiditas yang berlebih, PT Bank Syariah Indonesia Tbk memacu pembiayaan di tengah pandemi. Direktur Keuangan & Strategi Bank Syariah Indonesia (BSI) Ade Cahyo Nugroho menyatakan memiliki likuiditas yang berlimpah dengan rasio financing to deposit ratio (FDR) di level 74% di 2021. 

Lanjutnya, dengan kelebihan likuiditas ini BSI bisa memacu penyaluran pembiayaan lebih tinggi dibandingkan industri. BSI mencatatkan total penyaluran pembiayaan mencapai Rp 171,29 triliun pada 2021. 

Nilai ini naik sekitar 9,32% secara YoY dari 2020 sebesar Rp156,70 triliun. Adapun penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) terus meningkatkan pertumbuhan tabungan khususnya tabungan Wadiah.

Hingga  Desember 2021, tabungan Wadiah tumbuh signifikan yang mencapai 15,30% secara YoY atau menjadi Rp 34,10 triliun. Sementara untuk total tabungan mencapai Rp 99,37 triliun atau bertumbuh 12,84% pada kurun waktu yang sama. 

Baca Juga: Lakukan Simulasi Dampak GWM, BNI: Tidak akan Berdampak Bagi Profitabilitas Bank

Pertumbuhan tabungan tersebut berdampak kepada membaiknya biaya dana atau cost of fund yang menjadi 2,03%. Persentase tersebut menurun dibandingkan dengan Desember 2020 yang sekitar 2,68%. 

“Ke depan, strategi besarnya pembiayaan lebih agresif tapi prudent, dengan dana lebih sehat dengan fokus ke dana murah. Sehingga pertumbuhan profitabilitas baik,” paparnya pada pekan lalu. 

BSI membidik pertumbuhan DPK naik 8% yoy pada tahun ini. Sedangkan pembiayaan syariah akan dikejar naik 7% sampai dengan 7,5% di sepanjang 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×