kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.515.000   27.000   1,09%
  • USD/IDR 16.760   20,00   0,12%
  • IDX 8.859   111,06   1,27%
  • KOMPAS100 1.218   13,00   1,08%
  • LQ45 860   7,77   0,91%
  • ISSI 321   6,07   1,93%
  • IDX30 442   3,55   0,81%
  • IDXHIDIV20 516   4,55   0,89%
  • IDX80 135   1,55   1,16%
  • IDXV30 142   1,46   1,04%
  • IDXQ30 142   1,34   0,96%

Proyeksi surplus neraca dagang bulan April 2021 ekonom Bank Permata


Rabu, 19 Mei 2021 / 06:50 WIB
Proyeksi surplus neraca dagang bulan April 2021 ekonom Bank Permata

Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonom Bank Permata memperkirakan neraca perdagangan bulan April 2021 masih tetap surplus sebesar US$ 1,17 miliar. Meski surplus, tetapi kondisi surplus neraca perdagangan merosot dari capaian surplus bulan Maret 2021 yang sebesar US$ 1,57 miliar.

“Penurunan surplus neraca perdagangan dipengaruhi oleh laju bulanan ekspor yang melambat lebih dalam dibandingkan laju bulanan impor,” ujar Josua kepada Kontan.co.id, Selasa (18/5). 

Josua menjabarkan, kinerja ekspor pada bulan April 2021 diperkirakan turun 4,9% mom. Meski secara tahunan masih tercatat naik 43,5% yoy.

Penurunan ini didorong oleh penurunan harga komoditas ekspor seperti batubara yang turun 2,84% mom dan karet alam turun 5,8% mom. 

Baca Juga: Simak katalis yang berpotensi kerek pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal II-2021

Meski begitu, masih ada harga komoditas ekpor lain yang mengalami peningkatan seperti crude palm oil (CPO) sebesar 4,24% mom dan biji besi sebesar 6,93% mom. 

Selain itu, kinerja ekspor secara tahunan yang meningkat didorong oleh aktivitas manufaktur dari mitra dagang utama Indonesia sepetri Uni Eropa, AS, China, Jepang, dan India yang meningkat pada April 2021. 

“Dengan ditunjukkan oleh tren peningkatan PMI Manufaktur pada bulan April 2021 dari negara-negara tersebut dan secara global,” tambah Josua. 

Sementara itu, kinerja impor diperkirakan turun 3,0% mom meski secara tahunan tercatat naik 29,87% yoy. 

Peningkatan impor bila dibandingkan dengan tahun lalu didorong oleh impor bahan baku sejalan dengan peningkatan aktivitas manufaktur domestik, impor barang konsumsi jelang Lebaran yang meningkat seiring aktivitas konsumsi dalam negeri yang juga meningkat pada momen tersebut. 

Selanjutnya: Ekonomi Indonesia diprediksi menguat di kuartal II 2021, ini faktor pemicunya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

×