Program Booster Kedua Dimulai, Ini Jenis dan Dosis Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat

Selasa, 02 Agustus 2022 | 08:01 WIB   Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie
Program Booster Kedua Dimulai, Ini Jenis dan Dosis Vaksinasi Covid-19 Dosis Keempat

ILUSTRASI. Pemerintah telah memulai program vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau yang juga dikenal dengan vaksin booster kedua. KONTAN/Baihaki


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Terhitung sejak Jumat (29/7/2022), pemerintah telah memulai program vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau yang juga dikenal dengan vaksin booster kedua. 

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikit mengatakan, sasaran pertama dari program booster kedua adalah 4 juta tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia. 

Dia menjelaskan, meski saat ini vaksin booster dosis ketiga telah berlangsung, imunitas dari vaksin tersebut menurun selama enam bulan hingga dibutuhkan dosis keempat atau booster kedua untuk kembali menguatkan kekebalan tubuh. 

“Vaksin keempat sekarang sudah kita bagi, kita utamakan nakes dulu. Karena sekarang sudah enam bulan, data menujukkan imunitas menjadi menurun,” kata Budi Gunadi Sadikin saat berkunjung ke Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (27/7/2022). 

Pertanyaan selanjutnya adalah vaksin Covid-19 jenis apa saja yang dapat digunakan sebagai vaksin dosis keempat atau booster kedua?

Baca Juga: Vaksinasi Booster Covid-19 Baru Mencapai 56 Juta Orang

Kementerian Kesehatan menjawab pertanyaan tersebut lewat Surat Edaran nomor SR.02.06/C/3632/2022 tentang Regimen Vaksinasi Covic-19 Dosis Lanjutan Kedua (Booster ke-2) Bagi Sumber Daya Manusia Kesehatan. 

Mengutip SE tersebut, berikut adalah jenis dan dosis vaksinasi Covid-19 dosis keempat atau booster kedua:

1. Apabila booster pertama atau ke-1 menggunakan Sinovac, maka vaksin booster kedua dapat menggunakan:

- Astra Zeneca dengan dosis separuh (half dose) atau 0,25 ml
- Pfizer dengan dosis separuh (half dose) atau 0,15 ml
- Moderna dengan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
- Sinopharm dengan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml
- Sinovac dengan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

2. Apabila booster pertama atau ke-1 menggunakan Astra Zeneca, maka vaksin booster kedua dapat menggunakan:

- Moderna dengan dosis separuh (half dose) atau 0,25 ml
- Pfizer dengan dosis separuh (half dose) atau 0,15 ml
- Astra Zeneca dengan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

Baca Juga: IDI Sambut Baik Rencana Booster Kedua Vaksinasi Covid untuk Tenaga Kesehatan

3. Apabila booster pertama atau ke-1 menggunakan Pfizer, maka vaksin booster kedua dapat menggunakan:

- Pfizer dengan dosis penuh (full dose) atau 0,3 ml
- Moderna dengan dosis separuh (half dose) atau 0,25 ml
- Astra Zeneca dengan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

4. Apabila booster pertama atau ke-1 menggunakan Moderna, maka vaksin booster kedua dapat menggunakan:

- Moderna dengan dosis separuh (half dose) atau 0,25 ml

5. Apabila booster pertama atau ke-1 menggunakan Sinopharm, maka vaksin booster kedua dapat menggunakan:

- Sinopharm dengan dosis penuh (full dose) atau 0,5 ml

SE yang ditandatangani oleh dr Maxi Rein Rondonuwu itu juga menyatakan, vaksin yang digunakan untuk dosis lanjutan kedua atau booster kedua disesuaikan dengan ketersediaan masing-masing daerah, dengan mengutamakan vaksin yang memiliki masa expired date terdekat. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Terbaru