kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45963,73   -4,04   -0.42%
  • EMAS1.315.000 0,38%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Presiden Putin Kirim Peringatan Hari Kiamat ke Barat, Perang Nuklir bakal Pecah?


Sabtu, 07 Mei 2022 / 16:05 WIB
Presiden Putin Kirim Peringatan Hari Kiamat ke Barat, Perang Nuklir bakal Pecah?

Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - LONDON. Presiden Rusia Vladimir Putin bakal mengirimkan peringatan hari kiamat ke Barat ketika ia memimpin perayaan Hari Kemenangan pada Senin (9/5), menandai peringatan 77 tahun kekalahan Nazi Jerman atas Uni Soviet.

Melansir Reuters, menentang keras isolasi negara-negara Barat sejak ia memerintahkan invasi ke Ukraina, Putin akan berbicara di Lapangan Merah di depan parade pasukan, tank, roket, dan rudal balistik antarbenua.

Kementerian Pertahanan Rusia mengungkapkan, sebuah flypast di atas Katedral St Basil akan mencakup pesawat tempur supersonik, pembom strategis Tu-160 dan, untuk pertama kalinya sejak 2010, pesawat komando "hari kiamat" Il-80, yang akan membawa petinggi Rusia jika terjadi perang nuklir.

Dalam skenario itu, Il-80 dirancang untuk menjadi pusat komando jelajah Presiden Rusia. Pesawat itu dikemas dengan teknologi, tetapi detail spesifik adalah rahasia negeri beruang merah.

Baca Juga: Rusia Menggelar Simulasi Serangan Rudal Berkemampuan Nuklir di Tengah Perang Ukraina

Pemimpin Kremlin berusia 69 tahun itu telah berulang kali menyamakan perang di Ukraina dengan tantangan yang Uni Soviet hadapi ketika pimpinan Nazi Adolf Hitler menyerbu pada 1941 silam.

"Upaya untuk menenangkan agresor pada malam Perang Patriotik Hebat ternyata merupakan kesalahan yang merugikan rakyat kita," kata Putin pada 24 Februari lalu, ketika dia mengumumkan apa yang ia sebut operasi militer khusus di Ukraina.

"Kami tidak akan membuat kesalahan seperti itu untuk kedua kalinya," tegasnya, seperti dikutip Reuters.

Putin menyebut perang di Ukraina sebagai pertempuran untuk melindungi penutur bahasa Rusia di negara itu dari penganiayaan oleh Nazi. Dan, untuk menjaga dari apa yang dia sebut sebagai ancaman Amerika Serikat terhadap Rusia yang ditimbulkan oleh perluasan NATO.

Ukraina dan negara-negara Barat menolak klaim fasisme sebagai omong kosong, dan menyatakan, Putin mengobarkan perang agresi yang tidak beralasan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×