PPRE targetkan kontrak baru Rp 700 miliar-Rp 1 triliun hingga akhir tahun 2021

Kamis, 11 November 2021 | 16:30 WIB   Reporter: Venny Suryanto
PPRE targetkan kontrak baru Rp 700 miliar-Rp 1 triliun hingga akhir tahun 2021


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT PP Presisi Tbk (PPRE) memperoleh kontrak baru sebesar Rp 4,8 triliun hingga Oktober 2021. Jumlah itu tercatat meningkat 129% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang hanya mencapai Rp 2,1 triliun.

Direktur Utama, Rully Noviandar menjelaskan perolehan kontrak baru sampai dengan Oktober 2021 didapatkan dari proyek Cinere Jagorawi Toll Road senilai Rp 1,1 triliun, Batuta Chemical Industrial Estate Phase 2 senilai Rp 533 miliar, Nickel Minning Service Morowali Rp 447 miliar, Train Railway Makassar Pare-Pare Rp 90,2 miliar, HRU & Hauling Services Weda Bay Nickel Rp 610 miliar, Mampawah Readymix Supply Rp 99,3 miliar dan pembangunan jalan Hauling Tambang Batubara Rp 1,2 triliun. 

“Melalui pencapaian ini maka kami targetkan perolehan kontrak baru bisa mencapai Rp 700 miliar hingga Rp 1 triliun di akhir tahun 2021,” ujarnya dalam paparan Public Expose yang diselenggarakan secara virtual, Kamis (11/11). 

Dengan demikian, hingga akhir tahun ini perolehan kontrak baru yang dibidik bisa mencapai Rp 5,3 triliun. 

Secara komposisi per lini bisnis, dia menjelaskan perolehan kontrak baru saat ini didominasi oleh mining services sebesar 49,0%, civil work sebesar 43,82%, dan sisanya berasal dari production plant, structure work, dan heavy equipment rental sebesar 7,18%. 

Baca Juga: Perolehan kontrak baru PP Presisi (PPRE) melesat 129%

Dengan pencapaian kontrak baru tersebut, PP Presisi berupaya untuk terus meningkatkan perolehan kontrak baru baik melalui sinergi dengan Grup PP maupun dengan pihak nongrup. 

“PP Presisi juga akan terus mendorong PT LMA untuk dapat memperoleh kontrak baru pada proyek-proyek konstruksi maupun mining sebagai upaya perusahaan dalam meningkatkan positioning sebagai main contractor pada pekerjaan civil work maupun sebagai kontraktor pada jasa tambang nikel,” tambahnya. 

Sementara dari sisi belanja modal atau capex yang disiapkan, Rully mengatakan sampai dengan September 2021 realisasi capex yang sudah digunakan sebesar Rp 250 miliar. Sedangkan total capex yang dialokasikan adalah sekitar Rp 300 miliar. 

 

 

“Mayoritas penggunaan capex kami gunakan untuk penambahan kapasitas alat berat terutama di jasa bisnis pertambangan yang akan menjadi fokus kami ke depan,” ujarnya. 

Sedangkan, di tahun 2022, PPRE berencana akan mengalokasikan capex sebesar Rp 500 miliar yang juga akan difokuskan untuk belanja alat berat di sektor pertambangan. Rencana alokasi itu nantinya berasal dari pinjaman bank serta juga penerbitan obligasi di semester I-2022. 

Selanjutnya: PP Presisi (PPRE) Menggenjot Kontrak Jasa Pertambangan

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru