Polisi sebut sebagai serangan, ledakan guncang pusat pengujian corona di Belanda

Kamis, 04 Maret 2021 | 02:20 WIB Sumber: Reuters
Polisi sebut sebagai serangan, ledakan guncang pusat pengujian corona di Belanda

KONTAN.CO.ID - BOVENKARSPEL. Sebuah bahan peledak meledak di pusat pengujian virus corona di Utara Amsterdam, Belanda, pada Rabu (3/3). Polisi menyebutnya sebagai serangan yang disengaja.

Menurut Kepolisian, satu tim penjinak bom berada di lokasi di Kota Bovenkarspel, 55 km Utara ibu kota Belanda, untuk memeriksa sisa ledakan yang terjadi sebelum matahari terbit itu.

Sisa logam bahan peledak berukuran sekitar 10 cm kali 10 cm ditemukan di depan gedung dan "pasti ditempatkan" di sana, juru bicara Kepolisian Bovenkarspel Menno Hartenberg mengatakan kepada Reuters.

“Sesuatu seperti itu tidak terjadi begitu saja, itu harus diletakkan,” katanya.

Seorang penjaga keamanan di pusat pengujian virus corona tersebut memberi tahu polisi tentang "ledakan keras" yang memecahkan beberapa jendela, Kepolisian Bovenkarspel mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Baca Juga: Protes jam malam, kerusuhan pecah di kota-kota di Belanda

Insiden itu terjadi tak lama sebelum pemilihan nasional pada 17 Maret, yang secara luas dipandang sebagai referendum tentang penanganan pandemi virus corona oleh pemerintah.

Kemarahan masyarakat Belanda kepada otoritas perawatan kesehatan telah meningkat sejak awal 2021, yang membuat kepala Institut Kesehatan Nasional sekarang ke mana-mana dijaga petugas keamanan.

Lokasi uji coba lainnya dibakar selama beberapa hari kerusuhan pada Januari lalu, yang dipicu oleh pemberlakuan jam malam. Keamanan ekstra telah diberikan di beberapa lokasi karena ancaman dan vandalisme.

“Selama lebih dari setahun kami telah bersandar pada orang-orang ini (di pusat pengujian virus corona) di garis depan dan sekarang terjadi ledakan. Gila,” kata Menteri Kesehatan Hugo de Jonge di Twitter, seperti dilansir Reuters.

Wilayah di sekitar Bovenkarspel, sebuah kota pedesaan, saat ini merupakan salah satu wilayah dengan wabah Covid-19 terburuk di Belanda, dengan 181 kasus per 100.000 penduduk, dibanding 27 per 100.000 secara nasional. 

Selanjutnya: Belanda berencana terapkan jam malam nasional, pertama sejak Perang Dunia II

 

Editor: S.S. Kurniawan
Terbaru