PLTS Terapung Cirata membutuhkan investasi sebesar US$ 145 juta

Rabu, 04 Agustus 2021 | 07:55 WIB   Reporter: Filemon Agung
PLTS Terapung Cirata membutuhkan investasi sebesar US$ 145 juta

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pembangkit Jawa Bali (PJB) melalui konsorsium PLTS Terapung Cirata, PT Pembangkitan Jawa-Bali Masdar Solar Energi (PT PMSE) telah memastikan pendanaan untuk investasi sekitar US$ 145 juta.

Konsorsium PLTS Cirata merupakan kerjasama antara PJB melalui anak usahanya, PT PJB Investasi dengan perusahaan energi asal Uni Emirat Arab, Masdar. PJB Investasi memiliki porsi saham sebesar 51% sedangkan 49% sisanya dimiliki Masdar.

Presiden Direktur PJB Investasi Amir Faisal mengungkapkan kebutuhan investasi untuk proyek ini ada di kisaran US$ 140 juta hingga US$ 145 juta. "Nilai proyek kurang lebih sekitar US$ 1 juta per 1 MW. 80% oleh lender asing dan 20% kami modal sendiri," terang Amir dalam Deklarasi FInancial Close PLTS Terapung Cirata, Selasa (3/8).

Baca Juga: Financial close tercapai, PLTS terapung Cirata dikebut

Lender terdiri dari Sumitomo Mitsui Banking Corp, Societe Generale dan Standard Chartered Bank. Amir melanjutkan, dengan financial close yang telah tercapai maka pelaksanaan proyek ditargetkan bisa rampung dalam 18 bulan ke depan. Artinya, proyek ini diharapkan beroperasi komersil pada November 2022.

Sementara itu, Direktur Operasi PMSE Dimas Kaharudin mengungkapkan, pemenuhan TKFN sebesar 40% tetap akan dipenuhi untuk komponen peralatan utama dan floater PLTS terapung. "Kami ikuti amanah dari aturan yang ada dimana isyaratkan ketentuan TKDN baik peralatan tertentu  maupun keseluruhan pembangkit sesuai ketentuan 40%," kata Dimas.

Nantinya, EPC kontraktor ditargetkan melakukan set up industri agar produk yang dihasilkan sesuai dengan spesifikasi yang dibutuhkan. "Ini akan permudah pengembangan PLTS terapung (ke depannya) karena tidak perlu set up industri lagi," pungkas Dimas.

Selanjutnya: Pengembangan PLTS masih dihadapkan banyak tantangan

 

Editor: Handoyo .
Terbaru