kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

PLN Menargetkan Pembentukan Tiga Entitas Bisnis Baru


Kamis, 22 September 2022 / 07:20 WIB
PLN Menargetkan Pembentukan Tiga Entitas Bisnis Baru

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sebagai bagian restrukturisasi, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan pembentukan tiga anak usaha atau entitas bisnis baru.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengungkapkan, tiga entitas bisnis ini meliputi entitas bisnis energi terbarukan, panas bumi serta biomassa.

Darmawan mengungkapkan, restrukturisasi ini memberikan kesempatan bagi PLN untuk mempunyai kesempatan membangun kompetensi bisnis inti.

Baca Juga: Lakukan Restrukturisasi, PLN Jadi Induk Empat Subholding

"PLN saat ini punya kesempatan membangun suatu core competency yang memang betul-betul fit, yang relevan dengan tantangan zaman yang saat ini kita sedang menghadapi transisi energi," kata Darmawan di Kantor Pusat PLN, Rabu (21/9).

Darmawan menjelaskan, dua entitas baru yakni energi terbarukan dan panas bumi akan berada di bawah naungan dua subholding pembangkitan yakni PLN Indonesia Power dan PLN Nusantara Power. Adapun, aset-aset pembangkitan termasuk aset pembangkit energi terbarukan yang selama ini dikelola PLN bakal diturunkan ke dua subholding ini.

"Dengan adanya dua entitas ini tentu kami bisa mengidentifikasi value chain seperti apa yang membuat entitas ini punya keunggulan kompetisi," jelas Darmawan.

Baca Juga: Isu Penghapusan Daya Listrik 450 VA, Ini Jawaban Jokowi

Selanjutnya, PLN juga bakal mendirikan entitas bisnis PLN Biomassa yang akan berada di bawah subholding PLN Energi Primer Indonesia. Darmawan memastikan, langkah ini juga untuk mengoptimalkan pemanfaatan biomassa yang digunakan dalam program cofiring pembangkit.

"Kita akan butuh 10 juta biomassa per tahun sehingga kita sangat membutuhkan entitas ya," pungkas Darmawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

×