Petani Tebu Pertanyakan Rencana Impor Gula, Stok Impor Tahun Lalu Masih Tersisa

Senin, 10 Januari 2022 | 05:15 WIB   Reporter: Abdul Basith Bardan
Petani Tebu Pertanyakan Rencana Impor Gula, Stok Impor Tahun Lalu Masih Tersisa


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Rencana pemerintah mengimpor gula tahun 2022 dipertanyakan Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI).

Berdasarkan data APTRI, pemerintah akan mengimpor gula mentah dan gula kristal putih (GKP) untuk kebutuhan konsumsi lebuh dari 900.000 ton pada tahun ini. Padahal, realisasi impor tahun lalu pun belum terjual.

"Impor tahun lalu kita soroti bahwa itu berlebih 680.000 ton raw sugar dan 150.000 GKP," ujar Ketua Umum DPP APTRI Soemitro Samadikum saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (9/1).

Soemitro bilang stok gula pada awal tahun 2022 sebesar 1,2 juta ton. Angka tersebut dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi hingga masuk musim panen.

Baca Juga: Izin Impor Belum Terbit, Pasokan Gula Rafinasi Bisa Terganggu

Selain itu, produksi tebu Indonesia pun dinilai mengalami kenaikan pada tahun 2021 kemarin. Kenaikan tersebut membuat stok awal tahun 2022 kembali sekitar 1,2 juta ton yang cukup digunakan untuk menunggu masa panen.

"Produksi tahun 2021 ini bertambah atau meningkat menjadi 2,34 juta ton dari sebelumnya 2,2 juta ton," ungkap Soemitro.

Stok awal tahun tersebut dinilai cukup hingga masuk panen raya pada bulan Juni mendatang. Hal itu diyakini Soemitro melihat rata-rata konsumsi gula nasional sebesar 220.000 hingga 225.000 ton per bulan.

Dikeluarkannya izin impor GKP sebelum masa panen dinilai menganggu harga gula milik petani. Sebagai informasi, berdasarkan data Kementerian Perdagangan, saat ini harga gula di Indonesia sebesar Rp13.200 per kilogram (kg).

Baca Juga: Lonjakan Harga Pangan, Pemerintah Disarankan Keluarkan Izin Impor

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Khomarul Hidayat

Terbaru