kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.675.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.842   -48,00   -0,27%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pertamina pacu pengembangan bisnis energi terbarukan


Kamis, 18 Februari 2021 / 10:55 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Pertamina kini tengah melakukan sejumlah kajian pada proyek energi baru terbarukan termasuk pembangkit tenaga nuklir.

VP Downstream Research & Technology Innovation Pertamina Andianto Hidayat mengungkapkan disrupsi sektor energi mendorong perusahaan migas melakukan pengembangan bisnis dari energi fosil ke Energi Baru Terbarukan (EBT).

"Untuk jangka pendek kita sudah kembangkan geothermal, kemudian kita juga terlibat dengan biofuel, kemudian jangka panjang berupa penelitian kita masuk ke hidrogen kemudian liquifed coal, apabila meungkinkan kita masuk ke ocean energy dan nuklir," kata Andianto dalam diskusi virtual, Rabu (17/2).

Baca Juga: Pertamina: Proses transisi Blok Rokan terus berlangsung

Andianto menilai, energi nuklir memiliki tingkat keamanan yang tinggi. Kendati demikian, pengembangan energi nuklir oleh Pertamina pun tetap akan menanti kebijakan dari pemerintah.

Andianto menjelaskan saat ini opsi memasuki bisnis pembangkit nuklir masih dalam tahapan kajian oleh Pertamina. "Sedang secara paralel kami kaji juga seperti apa model dan pengembangannya. Energi nuklir ini sangat ramah lingkungan dan memiliki aspek safety yang tinggi sebenarnya," jelas Andianto.

Ia memastikan, selain kajian pada sektor nuklir Pertamina juga mengkaji pengembangan biodiesel, instalasi solar PV, coal to DME dan geothermal.

Selanjutnya: Tiga anak usaha Pertamina yang dinilai prospektif untuk IPO Semester II 2021

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU

×