kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   20.000   0,73%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Pertamina: Kebijakan Harga Pertalite Kini di Tangan Pemerintah


Selasa, 05 April 2022 / 03:45 WIB

Reporter: Filemon Agung | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menetapkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite (Ron 90) sebagai Jenis BBM Khusus Penugasan (JBKP). Dengan putusan itu, maka Pertalite menggantikan BBM jenis Premium.

Penetapan Pertalite menjadi JBKP ini pun membuat penetapan harga Pertalite tak lagi mengikuti mekanisme harga pasar seperti jenis BBM umum lainnya.

Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Subholding Commercial & Trading Pertamina Alfian Nasution menjelaskan, saat ini penentuan harga untuk Pertalite bukan lagi oleh Pertamina melainkan pemerintah.

"Regulasi harganya adalah regulasi pemerintah, tentunya ini akan ditentukan pemerintah karena ada kompensasi atau nilai subsidi di dalamnya," jelas Alfian dalam Diskusi Energy Corner, Senin (4/4).

Baca Juga: Ada Peralihan ke Pertalite, Kendaraan Mewah Dihimbau Pakai Pertamax

Di sisi lain, kenaikan harga Pertamax (Ron 92) membuat migrasi konsumsi ke Pertalite cukup tinggi. Tercatat lonjakan konsumsi Pertalite kini mencapai 15% dari kuota.

Alfian mengungkapkan, peningkatan konsumsi juga dikarenakan masyarakat sedikit kaget dengan kenaikan harga Pertamax yang terjadi. Akan tetapi, migrasi konsumsi ke Pertalite dinilai hanya bersifat sementara.

Untuk itu, konsumsi Pertalite dinilai dapat berangsur normal dan masyarakat khususnya pengguna Pertamax diyakini akan kembali meningkat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Terpopuler
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×