Pertama dalam 30 tahun, pasukan darat Jepang menggelar latihan militer nasional

Rabu, 15 September 2021 | 20:10 WIB Sumber: Kyodo
Pertama dalam 30 tahun, pasukan darat Jepang menggelar latihan militer nasional

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Untuk pertama kalinya dalam 30 tahun, Pasukan Bela Diri Darat Jepang (GSDF) menggelar latihan militer dengan skala nasional. Latihan sejenis terakhir kali dilakukan oleh GSDF pada 1993, setelah Perang Dingin berakhir.

Latihan militer kali ini merupakan bagian dari upaya untuk meningkatkan kemampuan pencegahan Jepang di tengah meningkatnya aktivitas China di kawasan.

Dilansir dari Kyodo, latihan GSDF tersebut akan dilakukan hingga akhir November di seluruh negeri. Latihan secara khusus bertujuan untuk memperkuat kemampuan Jepang mempertahankan pulau-pulau terpencil.

Baca Juga: Jepang kepada warganya: Jauhi tempat ibadah di Indonesia dan 5 negara Asia lainnya

Sekitar 100.000 personel, 20.000 kendaraan, dan 120 pesawat akan bergabung dalam latihan tersebut. Pasukan Bela Diri Maritim dan Udara Jepang serta kapal pendarat Angkatan Darat AS juga akan dilibatkan.

Kyodo melaporkan, sebanyak 12.000 personel dan 3.900 kendaraan dari dua divisi GSDF yang berbasis di Hokkaido dan Tohoku, serta satu brigade di wilayah Shikoku, akan memulai misi ekspedisi ke wilayah Kyushu minggu depan.

Seluruh pasukan akan diberangkatkan bersama dengan peralatan pertahanan selama misi, termasuk tank, ke beberapa tempat pelatihan di Kyushu melalui jalan darat dan laut. Truk pribadi, feri dan kereta api juga akan digunakan dalam latihan tersebut.

Mengutip pernyataan seorang pejabat GSDF, latihan tersebut didasarkan pada Pedoman Program Pertahanan Nasional 2019, yang menyerukan penguatan kemampuan pertahanan untuk membantu menjaga Kepulauan Nansei. Di dalamnya termasuk Kepulauan Senkaku yang juga diklaim China.

Baca Juga: Calon PM Jepang Fumio Kishida berjanji akan memperkuat pertahanan negara

Menteri Pertahanan Jepang Nobuo Kishi yang mengawasi latihan militer tersebut mengatakan, saat ini penting bagi Jepang untuk memiliki kemampuan respons yang cepat di berbagai situasi, termasuk mengamankan pulau-pulau terpencil.

"Untuk merespons secara efektif berbagai situasi, termasuk serangan di pulau-pulau, penting bahwa pasukan yang diperlukan dikerahkan dengan cepat dan ekstensif, tergantung pada situasinya,” kata Kishi.

GSDF menambahkan, latihan kali ini akan berfokus pada kesiapan operasional, terutama di situasi keamanan yang semakin tidak pasti.

Selanjutnya: AS, Jepang, dan Korea Selatan mengadakan pertemuan pasca peluncuran rudal Korea Utara

Editor: Prihastomo Wahyu Widodo
Terbaru