kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.545.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.109   16,00   0,09%
  • IDX 5.050   20,17   0,40%
  • KOMPAS100 649   1,43   0,22%
  • LQ45 518   4,63   0,90%
  • ISSI 164   -2,40   -1,44%
  • IDX30 292   2,74   0,95%
  • IDXHIDIV20 394   5,37   1,38%
  • IDX80 75   0,27   0,36%
  • IDXV30 108   0,37   0,34%
  • IDXQ30 99   1,18   1,21%

Pertahankan Laju Pertumbuhan Ekonomi yang Positif, Ini yang Dilakukan Pemerintah


Kamis, 02 Maret 2023 / 06:30 WIB

Reporter: Ferry Saputra | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah perlu melihat potensi pasar sehingga bisa mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi yang positif pada 2023. Oleh karena itu, ada 3 poin besar yang akan dilakukan pemerintah untuk bisa mempertahankan pertumbuhan ekonomi pada 2023.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan Presiden Jokowi sempat memberikan arahan dalam rapat internal evaluasi capaian ekspor 2022 agar pemerintah bisa memaksimalkan potensi pasar ke depannya.

Adapun poin pertama dari 3 arahan besar yang diberikan Presiden Jokowi mengenai potensi pasar, yakni pemerintah harus bisa mengidentifikasi potensi dan penetrasi pasar-pasar nontradisional, seperti kawasan ASEAN, India, Afrika, dan negara di Amerika Latin.

Baca Juga: Bos BI Tegaskan Suku Bunga Tak Perlu Naik Lagi

"Kedua, pemerintah juga harus dapat mempercepat penyelesaian perjanjian perdagangan internasional," ucap dia dalam acara Pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, Rabu (1/3).

Perjanjian perdagangan internasional yang dimaksud, meliputi Comprehensive Economic Partnership (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa, serta menjajaki penyusunan CEPA antara Indonesia dan India.

Airlangga kemudian menyebutkan poin terakhir arahan Presiden Jokowi, yaitu para menteri juga harus mempercepat penetapan revisi undang-undang terkait Devisa Hasil Ekspor (DHE), terutama dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan, dan pengolahan sumber daya alam.

Baca Juga: Bos BI Yakin Rupiah Akan Terus Menguat

"Semua itu diperlukan agar pertumbuhan ekonomi yang positif pada 2022 bisa dilanjutkan tahun ini," kata dia. 

Selain itu, arahan tersebut juga diyakini sebagai solusi dalam mengatasi tantangan yang akan dihadapi Indonesia pada 2023, seperti tensi geopolitik yang masih berlanjut, kenaikan inflasi global, scarring effect, perlambatan ekonomi global, hingga cuaca ekstrem. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
11.11
Kontan Academy
[Executive Education Program] Sustainable Development and ESG Leadership Mitigasi Risiko SP2DK dan Pemeriksaan Pajak

×