Perkuat Modal, Bank Neo Commerce Bakal Gelar Rights Issue dan Private Placement

Jumat, 01 Juli 2022 | 06:15 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Perkuat Modal, Bank Neo Commerce Bakal Gelar Rights Issue dan Private Placement


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Neo Commerce Tbk (BNC) berencana melakukan penguatan modal di sisa 2022. Oleh sebab itu, bank bersandi saham BBYB ini bakal mengelar rapat umum pemegang saham (RUPS) tahunan dan luar biasa. 

Adapun agenda RUPSLB meminta persetujuan akan rencana penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) VI atau rights issue. Sekaligus meminta persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan disetor dalam rangka rights issue tersebut. 

“Persetujuan atas rencana perseroan melakukan penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (PMTHMETD) atau private placement. Lalu, persetujuan peningkatan modal ditempatkan dan disetor perseroan dalam rangka PMTHMETD,” tulis pengumuman BBYB di Bursa Efek Indonesia pada Kamis (30/6). 

Asal tahu saja, BBYB berencana melakukan rights issue 5 miliar saham. Dana yang diperoleh dari hasil PMHMETD VI ini, setelah dikurangi biaya akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja dalam rangka pengembangan usaha perseroan.

Baca Juga: Naik Dua Digit, Simpanan Masyarakat di Bank Terus Meningkat

Sedangkan, pelaksanaan private placement berdampak pada jumlah kas dan setara kas akan meningkat 3,93% menjadi Rp 2,49 triliun dari Rp 2,39 triliun. Ini sebagai dana hasil private placement Rp 94,21 miliar atas penerbitan 942.168.184 saham.

Lalu, jumlah aset akan meningkat 0,83% dari Rp 11,33 triliun menjadi Rp 11,43 triliun, diakibatkan peningkatan kas dan setara kas dari penerimaan dana hasil private placement

Selanjutnya, jumlah ekuitas akan meningkat 3,26% dari Rp 2,88 triliun menjadi Rp 2,98 triliun sebagai akibat meningkatnya jumlah tambahan modal disetor dari hasil private placement sebesar Rp 94,21 miliar. 

Sedangkan agenda RUPST BBYB terdiri dari enam mata acara. Pertama, persetujuan laporan tahunan termasuk pengesahan Laporan Keuangan serta Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris untuk tahun buku yang berakhir 31 Desember 2021.

Kedua, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan untuk Tahun Buku 2021. Ketiga, Penunjukan Kantor Akuntan Publik untuk melakukan audit laporan keuangan Perseroan untuk tahun buku 2022.

Baca Juga: Puncaki Pasar, Bank Mandiri Kelola Kredit Sindikasi US$ 942 Juta Secara MLA

Keempat, penetapan gaji dan tunjangan Direksi Perseroan serta gaji atau honorarium dan tunjangan Dewan Komisaris Perseroan. Kelima, laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas IV (PUT IV) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Keenam, laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Terbatas V (PUT V) dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Tendi Mahadi

Terbaru