Perkuat Likuiditas, Bank Ramai-Ramai Terbitkan Surat Utang

Jumat, 13 Mei 2022 | 06:55 WIB   Reporter: Ferrika Sari
Perkuat Likuiditas, Bank Ramai-Ramai Terbitkan Surat Utang


KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Untuk memperkuat likuditas, perbankan gencar menerbitkan surat utang. Melalui strategi tersebut, diharapkan penyaluran kredit bank bisa meningkat pada tahun ini.

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk misalnya, akan menerbitkan green bond sebanyak - banyaknya Rp 5 triliun. Wakil Direktur Utama BNI Adi Sulistyowati berkata, dana yang dihimpun akan digunakan untuk pembiayaan proyek - proyek berwawasan lingkungan. 

"Antara lain proyek-proyek yang berkaitan dengan energi terbarukan, efisiensi energi, pengolahan sampah menjadi energi dan manajemen limbah, penggunaan sumber daya alam dan penggunaan tanah yang berkelanjutan," kata Adi, Rabu (11/5).  

Kemudian proyeksi konservasi keanekaragaman hayati darat dan air, transportasi ramah lingkungan, pengelolaan air dan air limbah yang berkelanjutan, adaptasi perubahan iklim, gedung berwawasan lingkungan, serta pertanian berkelanjutan.

Baca Juga: Ini Proyek Sasaran Penyaluran Kredit dari Penerbitan Green Bond BNI Rp 5 Triliun

Surat utang ini ditawarkan dalam tiga seri, yakni seri A dengan jangka waktu tiga tahun, seri B selama lima tahun, dan seri C hingga tujuh tahun. Sementara itu, portofolio hijau BNI mencapai Rp 170,5 triliun pada kuartal I 2022. 

Tak mau kalah, PT Bank Maybank Indonesia Tbk berencana menerbitkan obligasi Rp 500 miliar pada semester II 2022. Namun perusahaan masih melihat kondisi pasar lebih dulu baru kemudian menerbitkan surat utang tahun ini. 

"Ini sangat bergantung pada pertumbuhan di semester I 2022 yang kami akan capai, tapi dalam kisaran yang akan masuk ke pasar di antara Rp 500 miliar pada semester II  2022," terang Direktur Keuangan Maybank Indonesia Thilagavathy Nadason. 

Unit Usaha Syariah (UUS) PT Bank CIMB Niaga Tbk juga berencana menerbitkan sukuk hijau. Direktur Syariah Banking CIMB Niaga Pandji P Djajanegara mengatakan, bank akan menerbitkan sukuk senilai Rp 1 triliun pada kuartal III 2022. 

"Rencana itu masih ada, tapi bergantung juga pada seberapa besar kuponnya," kata Pandji.

Baca Juga: Tahun 2022, Bank Besar Dominasi Penerbitan Surat Utang

Rencananya, dana hasil penerbitan sukuk akan digunakan untuk meningkatkan pembiayaan hijau pada tahun ini. Penerbitan kali ini dinilai tepat karena beriringan dengan pemulihan ekonomi nasional. 

Editor: Noverius Laoli

Terbaru