kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.291   159,23   1,96%
  • KOMPAS100 1.172   25,90   2,26%
  • LQ45 842   12,51   1,51%
  • ISSI 296   7,86   2,73%
  • IDX30 436   5,12   1,19%
  • IDXHIDIV20 520   1,62   0,31%
  • IDX80 131   2,69   2,10%
  • IDXV30 143   1,37   0,97%
  • IDXQ30 141   0,56   0,40%

Peringkat Korupsi: Singapura Melesat, Indonesia Justru Terperosok


Rabu, 11 Februari 2026 / 05:58 WIB
Peringkat Korupsi: Singapura Melesat, Indonesia Justru Terperosok
ILUSTRASI. Ilustrasi penahanan tersangka KPK (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN )

Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - Jakarta. Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2025 menunjukkan perbedaan seperti langit dan bumi antara Singapura dan Indonesia. Dua negara bertetangga di Asia Tenggara ini memiliki nilai indeks yang sangat berbeda jauh. 

Singapura kembali mempertahankan posisinya sebagai salah satu negara paling bersih dari korupsi di dunia. Berdasarkan Corruption Perceptions Index (CPI) 2025 atau Indeks Persepsi Korupsi (IPK) yang dirilis Transparency International, Singapura menempati peringkat ketiga negara dengan tingkat korupsi terendah secara global.

Di kawasan Asia Pasifik, Negeri Singa menjadi yang terbaik untuk tahun kedua berturut-turut. Singapura meraih skor 84 poin, sama seperti capaian tahun sebelumnya. Capaian ini menegaskan konsistensi Singapura sebagai satu-satunya negara Asia yang secara berkelanjutan masuk 10 besar dunia sejak indeks ini pertama kali diterbitkan pada 1995.

Baca Juga: Resmi! BYD M6 Ditantang Pesaing Baru VinFast VF MPV 7, Harga Lebih Murah Rp 54 Juta

Biro Investigasi Praktik Korupsi Singapura atau Corrupt Practices Investigation Bureau (CPIB) menyebut, kinerja tersebut ditopang oleh kerangka hukum yang kuat, penegakan hukum yang efektif, serta masyarakat yang waspada dan memiliki komitmen tinggi terhadap integritas.

“Situasi korupsi di Singapura tetap berada dalam kendali yang kuat, dengan jumlah kasus korupsi sektor publik yang rendah,” ujar CPIB dalam pernyataan resminya pada Selasa (10/2/2025), dikutip dari Channel News Asia.

Survei persepsi publik yang dilakukan CPIB juga menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat yang tinggi terhadap upaya pemberantasan korupsi. Kebijakan tanpa toleransi terhadap korupsi serta tekad kolektif untuk menjunjung nilai kejujuran menjadi fondasi utama reputasi Singapura sebagai negara yang bersih dan bebas korupsi.

Tonton: Efek Berantai, Prospek Negatif Moody’s Bikin Saham Big Caps Pelat Merah Kompak Turun

Selain CPI 2025, Singapura juga menempati peringkat pertama dari 16 ekonomi dalam laporan Political and Economic Risk Consultancy (PERC) 2025 terkait korupsi di Asia, Amerika Serikat, dan Australia. Negara ini juga berada di peringkat kedua dunia dari 143 negara serta peringkat pertama di Asia dalam kategori absennya korupsi berdasarkan World Justice Project Rule of Law Index 2025.

Sementara itu, Indonesia mencatat penurunan skor dalam IPK 2025. Skor Indeks Persepsi Korupsi Indonesia berada di angka 34, turun tiga poin dibandingkan tahun 2024. Dengan skor tersebut, Indonesia berada di peringkat 109 dari 180 negara yang disurvei.

Capaian ini lebih buruk dibandingkan IPK 2024 ketika Indonesia masih menempati peringkat 99. Posisi Indonesia juga berada di bawah sejumlah negara tetangga seperti Vietnam, Malaysia, dan Timor Leste. Hal ini menunjukkan bahwa tantangan pemberantasan korupsi di Tanah Air masih tergolong besar.

Sebagai informasi, IPK menilai persepsi korupsi di sektor publik dengan skala 0 hingga 100. Skor 0 menunjukkan tingkat korupsi yang sangat tinggi, sementara skor 100 mencerminkan kondisi yang sangat bersih. Indeks Persepsi Korupsi 2025 disusun berdasarkan 13 sumber penilaian, termasuk survei pakar dan pelaku usaha di berbagai negara. Penilaian IPK di Indonesia sendiri telah dilakukan sejak 1995.

Sumber: https://www.kompas.com/tren/read/2026/02/10/174500465/singapura-peringkat-3-negara-paling-bersih-dari-korupsi-di-dunia-2025.

Mensos Ungkap 54 Juta Warga Miskin Tak Terima BPJS PBI, 15 Juta Warga Mampu Tercover

Selanjutnya: Sanksi dan Denda OJK Menanti, Begini Kata Manajemen Repower Asia Indonesia (REAL)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×