Ekonomi

Perbankan siapkan belanja modal IT besar pada 2021, untuk perkuat layanan digital

Rabu, 19 Mei 2021 | 05:30 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Perbankan siapkan belanja modal IT besar pada 2021, untuk perkuat layanan digital

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Guna meningkatkan layanan digital, perbankan tetap menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (Capex) teknologi informasi (IT). Apalagi pandemi telah mempercepat adaptasi digitalisasi oleh masyarakat luas. 

PT Bank Central Asia Tbk misalnya menganggarkan capex sekitar Rp 5,2 triliun pada 2021. Direktur BCA Santoso menyatakan sebagian besar dana itu untuk IT, digitalisasi perbankan, dan juga pengembangan jaringan kantor cabang. 

“Pengembangan layanan transaksi perbankan selalu menjadi salah satu fokus utama dalam setiap rencana dan program kerja tahunan BCA. Keandalan BCA dalam layanan payment settlement terus kami tawarkan kepada nasabah, termasuk milenial,” ujar Santoso kepada Kontan.co.id, Selasa (18/5). 

Ia menambahkan, BCA juga mencermati bahwa inovasi digital sektor perbankan dan finansial harus terus dilakukan. Ia menyebut layanan mobile banking BCA tumbuh 37,1% year on year (yoy) menjadi Rp 852 triliun pada Maret 2021. 

Baca Juga: Fokus kembangkan layanan cloud, ini rencana bisnis Telkom Indonesia (TLKM) tahun 2021

“Ke depannya, BCA akan terus memperkuat ekosistem finansial, penyempurnaan dan modernisasi dari infrastruktur teknologi informasi yang dimiliki dalam mendukung keandalan dan keamanan berbagai layanan perbankan transaksi digital,” papar Santoso.

Tak mau kalah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk telah menyiapkan Rp 3,5 triliun pada 2021. Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto menyatakan nominal Capex itu sama dengan porsi tahun lalu. 

“Alokasi penggunaan capex IT, sebagian besar digunakan untuk mempersiapkan next generation Infrastruktur IT BRI untuk menopang pertumbuhan inisiatif Digital BRI,” papar Aestika kepada Kontan.co.id Selasa (18/5). 

Menurutnya, dari segi inovasi digital,  BRI akan terus mengembangkan layanan dan produk digital khususnya memperkuat BRImo untuk menjadi solusi financial terintegrasi bagi nasabah. Disamping itu, BRI juga fokus untuk terus memberikan solusi di segmen mikro salah satunya dengan Pasar.id.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk juga melakukan pengembangan ekosistem digital untuk menghadapi adanya tren bisnis neo bank di depan. Untuk melakukan inovasi dan pengembangan produk-produk perbankan digital Bank Mandiri mengalokasikan capex sebesar Rp 1,7 triliun.  

Dana tersebut dialokasikan untuk menjawab semua kebutuhan transaksi nasabah terutama dalam hal  layanan digital. Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengatakan bahwa Bank Mandiri tidak menganggap kehadiran beberapa neo bank ini sebagai rival. 

Perusahaan justru membuka peluang menjadikan mereka partner untuk berkolaborasi dengan strategi open banking. 

“Saat ini Bank Mandiri telah memiliki API yang ready sebagai infrastruktur partnership yang baik untuk berkolaborasi bersama start up maupun fintech,” ungkap Darmawan. 

Dalam menghadapi persaingan di era digital, Bank Mandiri juga melakukan upaya transformasi digital yang tertuang dalam 5 Pronged Strategy melalui digitize internal proses, develop digital native products, modernize channels, leveraging digital ecosystem, dan promote digital capabilities. 

“Strategi tersebut bertujuan menghasilkan produk inovatif perbankan digital yang andal dan praktis sehingga cocok untuk menjadi bagian dari keseharian masyarakat Indonesia,” tambah Darmawan.

Selanjutnya: Upaya Bank Mandiri (BMRI) hadapi persaingan di era digital

 

Editor: Herlina Kartika Dewi
Terbaru