Perbankan Semakin Gencar Menyalurkan Kredit ke Segmen Korporasi

Minggu, 26 Juni 2022 | 05:45 WIB   Reporter: Maizal Walfajri
Perbankan Semakin Gencar Menyalurkan Kredit ke Segmen Korporasi


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perbankan semakin gencar menyalurkan kredit ke segmen korporasi di tengah pemulihan ekonomi. Analisis uang beredar Bank Indonesia (BI) mencatatkan kredit korporasi mampu tumbuh 10,3% year on year menjadi Rp 3.049,4 triliun per April 2022.

Nilai ini jauh lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit perorangan 8,9% yoy menjadi Rp 2.876,5 triliun. Padalah, selama pandemi, penyaluran kredit korporasi selalu berada di bawah pertumbuhan kredit perorangan. 

Bahkan, BI mencermati permintaan pembiayaan baru terus berlanjut hingga penghujung semester I-2022. Hal ini tertuang dalam survei permintaan dan penawaran pembiayaan perbankan pada Mei 2022. 

Kepala Departemen Komunikasi, Direktur Eksekutif BI Erwin Haryono menyatakan permintaan pembiayaan baru korporasi pada Mei 2022 terindikasi tumbuh positif yang tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) sebesar 12,1%.

Baca Juga: The Fed Kerek Bunga Acuan, Ini Pertimbangan Bank Mandiri Soal Kebijakan Bunga Kredit

“Penyaluran kredit baru pada Mei 2022 juga terindikasi tetap tumbuh positif, tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) penyaluran kredit baru sebesar 43,0%,” ujarnya.

Faktor utama yang mempengaruhi perkiraan penyaluran kredit baru tersebut yaitu permintaan pembiayaan dari nasabah. Serta prospek kondisi moneter dan ekonomi ke depan.  

Sementara itu, untuk keseluruhan periode triwulan II 2022, penawaran penyaluran kredit baru diperkirakan tumbuh lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya.

PT Bank CIMB Niaga Tbk misalnya mencermati kredit korporasi mampu tumbuh 10% yoy per Mei 2022. Direktur Utama Bank CIMB Niaga Lani Darmawan melihat kegiatan perusahaan untuk mulai investasi terlihat. 

“Walaupun tentu saja tetap precautious dengan monitor situasi ekonomi. Permintaan kreditnya dari beragam sektor. Kami harap kredit korporasi bisa tumbuh 7% hingga 8% sampai akhir tahun,” jelasnya kepada Kontan.co.id, Selasa (21/6).

PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank Bjb) juga mencatatkan permintaan kredit di segmen korporasi mengalami pertumbuhan paling tinggi hingga 37% yoy per April 2022. Dengan sektor paling besar dari  sektor perdagangan dan industri pengolahan. 

Direktur Utama Bank Bjb Yuddy Renaldi menyatakan kredit korporasi juga ditopang dengan adanya realisasi kredit korporasi. Ia melihat dengan kenaikan suku bunga The Fed dan BI akan berdampak bagi permintaan kredit korporasi. 

“Kami melihat permintaannya sampai dengan akhir tahun masih cukup besar. Namun kami perlu mengantisipasi permintaannya tidak sebesar semester pertama tahun ini karena dampak suku bunga,” paparnya. 

Baca Juga: Survei BI: Permintaan Kredit Korporasi dan Rumah Tangga Kompak Naik Pada Mei 2022

Lebih lanjut, dengan mempertimbangkan berbagai kondisi makro ke depan, Yuddy memproyeksikan kredit korporasi bisa tumbuh kisaran 15% hingga 16% yoy dengan mengoptimalkan ekspansi sindikasi, top tier korporasi, dan BUMN. 

Adapun secara total, bank bjb memproyeksikan kredit tumbuh di level 9% hingga 10% yoy. 

Meski bukan fokus utama, Bank Rakyat Indonesia mencatatkan pertumbuhan kredit korporasi 4% yoy  mencapai sebesar Rp 184,35 triliun per Mei 2022. 

Sekretaris Perusahaan BRI Aestika Oryza Gunarto melihat prospek pembiayaan segmen korporasi masih cukup besar seiring dengan pemulihan kondisi ekonomi dari dampak pandemi Covid-19. 

“Serta dukungan penyelesaian proyek strategis nasional. Strategi BRI dalam mendorong pertumbuhan segmen korporasi ini adalah dengan selective pipeline. Meskipun volume kredit korporasi didorong tetap tumbuh, namun pertumbuhannya tidak akan setinggi kredit UMKM,” jelasnya kepada Kontan.co.id. 

Oleh sebab itu, pada 2025, BRI memiliki visi porsi komposisi kredit UMKM mencapai hingga 85%, sementara porsi kredit korporasi akan dijaga maksimal berada di kisaran 15% dari total kredit yang disalurkan BRI.

“Terdapat beberapa strategi utama dalam pengembangan bisnis korporasi BRI, yakni pertumbuhan selektif dan meningkatkan kualitas aset dengan mengutamakan sektor sektor yang memiliki resiliensi tinggi dari pandemi seperti agribisnis, serta menyasar sektor yang berdampak/memicu pertumbuhan ekonomi seperti infrastruktur, manufaktur dan kelistrikan,” paparnya. 

Selain itu, dari segmen korporasi, BRI mendorong transaksi fee based income dan dana murah (CASA). Juga mengoptimalkan korporasi yang memiliki rantai pasok / trickle down business yang dapat mendorong segmen UMKM.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Handoyo .

Terbaru