kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.947.000   -7.000   -0,24%
  • USD/IDR 16.802   -28,00   -0,17%
  • IDX 8.283   151,39   1,86%
  • KOMPAS100 1.170   24,60   2,15%
  • LQ45 841   11,56   1,39%
  • ISSI 296   7,44   2,58%
  • IDX30 435   4,36   1,01%
  • IDXHIDIV20 519   0,24   0,05%
  • IDX80 131   2,52   1,96%
  • IDXV30 143   1,32   0,93%
  • IDXQ30 140   0,13   0,10%

Penyesuaian Harga Jual Terigu Cerestar Indonesia (TGRU) Dilakukan Secara Bertahap


Kamis, 22 September 2022 / 07:10 WIB
Penyesuaian Harga Jual Terigu Cerestar Indonesia (TGRU) Dilakukan Secara Bertahap

Reporter: Vina Elvira | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Cerestar Indonesia Tbk (TRGU) tetap optimis target laba di tahun ini bisa tercapai bahkan terlampaui, meski tengah didera tren kenaikan harga tepung terigu terkait perang Rusia-Ukraina yang berkepanjangan.

Manajemen yakin, kenaikan harga gandum di pasar global tidak akan mempengaruhi kinerja perseroan, karena permintaan tepung terigu di Indonesia terus meningkat setiap tahunnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), impor gandum Indonesia pada tahun 2021 sebesar 11,43 juta ton, meningkat 8,85% dari tahun 2020. Sedangkan untuk tahun ini, impor gandum sudah mencapai 5.5 juta ton hingga akhir Juni lalu. 

Baca Juga: Semester I, Cerestar Indonesia (TRGU) Telah Bukukan Laba Bersih 99% dari Target 2022

Direktur Utama Cerestar Indonesia, Indra Irawan mengatakan, terkait kenaikan harga tepung terigu tersebut, Perseroan telah melakukan penyesuaian secara bertahap, sehingga pelanggan mendapat kesempatan untuk menyesuaikan harga jual makanan yang diproduksinya. 

"Jadi sekalipun kami punya stok yang dibeli dengan harga lama, kami tidak mengoptimalkan keuntungan dari kenaikan harga tersebut. Kita memilih melakukan adjustment secara bertahap, supaya pelanggan bisa melakukan penyesuaian juga," ungkap Indra, dalam keterangan resminya, kemarin. 

Dengan pendekatan tersebut, penjualan tepung terigu perseroan tetap meningkat. Pada Semester pertama tahun ini penjualan tepung terigu TRGU mencapai 242.000 MT meningkat dari periode yang sama tahun lalu yang sebesar 226.000 MT.

 

Dia melanjutkan, TRGU pun tetap optimistis kenaikan harga terkait kelangkaan pasokan gandum dunia akan segera mereda, karena keberhasilan panen gandum di Australia, Kanada dan Amerika akan membantu mengisi kekurangan pasokan di pasar gandum dunia.

Di sisi lain, laporan keberhasilan pergerakan kapal pembawa gandum dari Ukraina juga semakin menambah optimisme akan kembalinya ketersediaan gandum di pasar global. Pada Semester I-2022, TRGU telah membukukan laba bersih Rp19,69 miliar, atau mencapai 99% dari target laba bersih 2022 yang Rp20 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

×