kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Penyaluran KUR Bank Mandiri Capai Rp 20,52 Triliun hingga Agustus


Rabu, 13 September 2023 / 04:40 WIB

Reporter: Adrianus Octaviano | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) terus memacu penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang merupakan salah satu program pemerintah. Terlebih, baru-baru ini pemerintah juga mengeluarkan kebijakan subsidi bunga untuk kredit di segmen ini.

Hingga akhir Agustus 2023, realisasi penyaluran KUR Bank Mandiri telah mencapai Rp 20,52 triliun. Pencapaian tersebut baru mencapai sekitar 42,76% dari target awal tahun 2023.

“Penyesuaian kuota KUR 2023 masih dalam proses penetapan pemerintah,” ujar Sekretaris perusahaan Bank Mandiri Rudi As Aturridha, Selasa (12/9).

Rudi bilang penyaluran KUR tersebut disalurkan kepada lebih dari 195 ribu debitur yang tersebar di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut mayoritas masuk ke sektor produksi atau sebesar Rp 12,72 triliun atau 62,07% dari total penyaluran KUR.

Baca Juga: Per Juni, Portofolio Kredit Restrukturisasi Covid-19 Bank Mandiri Rp 26,6 Triliun

“Sementara sisanya ke sektor non-produksi,” ujarnya.

Lebih rinci, ia menyebut sektor penyaluran KUR Bank Mandiri mayoritas masuk ke sektor pertanian, jasa produksi, industri pengolahan dan perikanan sementara sisanya masuk ke perdagangan.

Rudi pun menegaskan Bank Mandiri akan terus mendukung para pelaku UMKM untuk memperoleh KUR. Harapannya, itu bisa meningkatkan skala bisnisnya dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

×