kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Penyaluran Kredit Bank Mandiri ke Sektor ESG Tumbuh 22,8% hingga Kuartal I


Kamis, 12 Mei 2022 / 04:45 WIB

Reporter: Maizal Walfajri, Maizal Walfajri | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus menyalurkan kredit ke sektor berkelanjutan atau Environmental, Social, and Governance (ESG) sejak awal tahun. Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri Ahmad Siddik Badruddin menyatakan penyaluran kredit ke sektor ini mencapai Rp 210 triliun hingga Maret 2022. 

Nilai tersebut tumbuh  22,8% year on year (yoy) dari posisi yang sama pada tahun lalu sebesar Rp 171 triliun di Maret 2022. Pertumbuhan ini jauh di atas pertumbuhan kredit bank only yang naik 8,4% yoy. 

“Jadi sampai kuartal 1-2022, sesuai dengan POJK 51 tahun 2017, penyaluran mencapai Rp 210 triliun itu mencapai 25% dari pencapaian portofolio kredit Bank Mandiri. Sebagian besar sebanyak Rp 107 triliun datang dari penyaluran kredit ke sektor UMKM,” paparnya belum lama ini.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan, BSI dan Ayoconnect Jajaki Kerja Sama Open Banking

Selain itu, Bank Mandiri menyalurkan ke sektor energi terbarukan sebesar Rp 4,4 triliun dan sektor kelapa sawit berkelanjutan sebanyak Rp 89,1 triliun. Lalu ke sektor air berkelanjutan dan pengelolaan limbah air sebanyak Rp 1,2 triliun. 

Juga ada penyaluran kredit sebanyak Rp 2,1 triliun ke sektor clean transportation. Bank bersandi saham BMRI ini juga menyalurkan kredit ke sub sektor lainnya seperti bangunan hijau, akses dan pencegahan polusi dan lain-lain senilai Rp 5,6 triliun. 

“Ke depannya, Bank Mandiri melihat untuk tumbuh lebih pesat pada energi terbarukan karena potensinya sangat tinggi. Tampaknya, pertumbuhannya bisa lebih tinggi dari pertumbuhan kredit bank secara umum,” papar Siddik. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

×