Penjualan Mobil Kian Moncer di Akhir Tahun 2021

Selasa, 11 Januari 2022 | 06:10 WIB   Reporter: Dimas Andi
Penjualan Mobil Kian Moncer di Akhir Tahun 2021


KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja industri otomotif dalam negeri makin cemerlang di akhir tahun 2021. Hal ini tercermin pada data penjualan mobil secara nasional yang dirilis Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo).

Berdasarkan data yang diterima Kontan.co.id, penjualan mobil wholesales (pabrik ke dealer) tumbuh 66,6% (yoy) dari 532.407 unit di periode Januari-Desember 2020 menjadi 887.200 unit di sepanjang 2021.

Setali tiga uang, penjualan mobil ritel (dealer ke konsumen) meningkat 49,2% (yoy) dari 578.762 unit di periode Januari-Desember 2020 menjadi 863.359 unit di periode Januari-Desember 2021.

Secara bulanan, penjualan mobil nasional juga mengalami peningkatan. Di kategori wholesales, penjualan mobil di bulan Desember 2021 tercatat sebesar 96.671 unit atau naik 10,6% (mom) dibandingkan bulan November sebesar 87.437 unit.

Adapun penjualan mobil kategori ritel di bulan Desember 2021 mencapai 101.479 unit atau melesat 20% (mom) dibandingkan hasil di bulan sebelumnya sebanyak 84.544 unit.

Toyota menjadi merek mobil dengan penjualan tertinggi sepanjang 2021 yakni sebanyak 295.766 unit untuk kategori wholesales dan 290.499 unit untuk kategori ritel. Berikutnya, terdapat Daihatsu yang meraih penjualan wholesales 164.908 unit dan ritel 151.107 unit di tahun lalu.

Baca Juga: Mercedes-Benz Optimistis dengan Prospek Penjualan Mobil di Tahun 2022

Mitsubishi menyusul di posisi ketiga dengan raihan penjualan wholesales 107.605 unit dan ritel 104.407. Suzuki mencetak penjualan wholesales 91.793 unit dan ritel 89.596 unit di tahun lalu. Adapun Honda mencatatkan penjualan wholesales 91.122 unit dan ritel 91.393 unit di tahun kemarin.

Ketua I Gaikindo Jongkie Sugiarto memperkirakan, ada kemungkinan penjualan mobil nasional di awal tahun 2022 mengalami penurunan. Hal ini dipengaruhi oleh ketidakpastian kelanjutan relaksasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sektor otomotif di tahun 2022. Kebijakan tersebut telah berakhir di penghujung tahun 2021.

“Jika PPnBM DTP tidak diperpanjang, maka harga beberapa jenis mobil akan mengalami penyesuaian,” imbuh dia, Senin (10/1).

Asal tahu saja, Gaikindo sendiri menargetkan penjualan mobil nasional di tahun ini dapat mencapai 900.000 unit.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Editor: Anna Suci Perwitasari

Terbaru